Bagikan:

YOGYAKARTA - Siapakah yang menemukan sandi Morse sering menjadi pertanyaan banyak orang ketika membahas sejarah komunikasi. Sandi Morse sendiri adalah sistem kode unik yang merevolusi cara manusia berkirim pesan cepat melalui telegraf di abad ke-19.

Dengan pola titik dan garis sederhana, sandi Morse membuka jalan bagi komunikasi jarak jauh yang lebih efektif. Keberadaannya bukan hanya bersejarah, tetapi juga menjadi dasar perkembangan teknologi komunikasi modern di masa kini.

Siapakah yang Menemukan Sandi Morse?

Kode Morse adalah sistem untuk mewakili huruf, angka, dan tanda baca dengan susunan titik, garis, dan spasi. Kode ini bisa dikirim lewat listrik dengan panjang berbeda, atau lewat sinyal lain seperti lampu yang berkedip.

Dilansir dari laman britannica, sistem ini pertama kali ditemukan di Amerika Serikat oleh Samuel F.B. Morse pada tahun 1830-an untuk telegraf listrik, lalu disempurnakan oleh Alfred Lewis Vail, asisten sekaligus rekan kerjanya.

Telegraf memungkinkan pesan dikirim sangat cepat ke jarak jauh dengan menggunakan listrik. Telegraf komersial pertama dikembangkan oleh William Fothergill Cooke dan Charles Wheatstone pada tahun 1837.

Cooke dan Wheatstone membuat alat yang bisa mengirim pesan dengan sinyal listrik untuk mengatur jarum kompas pada papan berisi huruf-huruf alfabet. Lalu, pada tahun 1838, Samuel Morse bersama asistennya Alfred Vail memperkenalkan alat telegraf yang lebih sempurna karena menggunakan kode khusus yang kemudian dikenal sebagai Kode Morse.

Baca juga artikel yang membahas Keunggulan Layar 120Hz iPhone 17 All Series, Apa Benar Lebih Responsif?

Pesan telegraf dikirim dengan mengetukkan kode untuk tiap huruf menggunakan sinyal pendek dan panjang. Sinyal pendek disebut dit (titik), sedangkan sinyal panjang disebut dah (garis).

Kode ini diubah menjadi impuls listrik dan dikirim melalui kabel telegraf. Penerima telegraf di ujung kabel lain kemudian mengubah sinyal tersebut kembali menjadi titik dan garis untuk diterjemahkan menjadi pesan.

Pada tahun 1844, Morse mendemonstrasikan telegrafnya kepada Kongres Amerika Serikat dengan pesan terkenal: “What hath God wrought” (Apa yang telah Tuhan perbuat).

Perkembangan Morse

Saat digunakan di Eropa, kode Morse versi awal ternyata kurang cocok untuk bahasa selain Inggris karena tidak punya simbol untuk huruf dengan tanda khusus. Karena itu, pada tahun 1851 dibuatlah versi baru bernama Kode Morse Internasional atau sering juga disebut Continental Morse Code.

Kedua sistem ini mirip, tapi Kode Morse Internasional lebih sederhana dan lebih jelas. Misalnya, dalam Morse asli ada beberapa huruf yang hanya dibedakan dengan pola titik dan spasi. Sedangkan dalam Kode Morse Internasional semua huruf ditulis dengan kombinasi titik dan garis pendek. Selain itu, panjang garis dalam Morse Internasional selalu sama, berbeda dengan Morse asli yang menggunakan garis panjang dan pendek dengan ukuran bervariasi.

Kode Morse Internasional tetap sama sejak pertama kali dibuat, kecuali ada sedikit perubahan pada tahun 1938. Di Amerika, industri telegraf tetap memakai Morse asli sampai muncul mesin teletype pada tahun 1920–1930-an.

Menariknya, Kode Morse Internasional banyak dipakai saat Perang Dunia II, Perang Korea, hingga Perang Vietnam. Industri pelayaran juga menggunakannya untuk keamanan laut hingga awal 1990-an.

Memasuki tahun 2000-an, hampir semua negara menghapus syarat bisa membaca Kode Morse untuk mendapatkan lisensi radio amatir.

Selain pembahasan mengenai siapakah yang menemukan sandi morse, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di  VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami!