NAGAKEO - Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Nusa Tenggara Timur membuka posko layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Nagekeo.
Kepala Biddokkes Polda NTT AKBP Hery Purwanto mengatakan sejak pagi puluhan warga mendatangi posko darurat untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan.
“Sejak dibuka, posko kesehatan sudah melayani sekitar 60 warga, baik keluarga korban maupun masyarakat sekitar,” kata Hery di Nagekeo, Antara, Rabu, 17 September.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, petugas juga melakukan sosialisasi sederhana agar warga menjaga pola makan, beristirahat cukup, dan waspada terhadap penyakit pascabanjir.
Hery menambahkan, pelayanan kesehatan kepada korban banjir bandang dilakukan sebagai bagian dari upaya Polri bergerak cepat untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga di tengah situasi sulit pascabencana. Layanan difokuskan pada warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan pascabanjir, seperti demam, diare, dan infeksi kulit.
“Kehadiran tim medis Polri menjadi bukti nyata komitmen Polri untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat dalam situasi darurat,” ujarnya.
Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menegaskan langkah cepat tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Polri.
“Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan kemanusiaan di tengah bencana salah satunya melalui layanan kesehatan,” kata Henry.
Selain layanan kesehatan, Polda NTT juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana alam. Hingga Rabu, Polri masih melakukan pencarian terhadap tiga orang yang dilaporkan hilang. Untuk mempercepat pencarian, Polda NTT dibantu Mabes Polri menerjunkan sejumlah anjing pelacak.
BACA JUGA:
“Kami ingin memastikan masyarakat Nagekeo tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini,” ujar Henry.