JAKARTA - Rusia mengecam rencana Denmark untuk menjadi tuan rumah fasilitas produksi bahan bakar rudal jarak jauh Ukraina. Rusia mengatakan langkah tersebut akan meningkatkan risiko eskalasi dan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah di Ukraina.
Pemerintah Denmark mengumumkan rencana tersebut, yang merupakan ekspansi pertama perusahaan pertahanan Ukraina ke luar negeri pada pekan lalu.
Perusahaan Ukraina Fire Point pembuat rudal Flamingo, disebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai senjata paling sukses di negaranya.
Fasilitas produksi tersebut akan berlokasi di dekat pangkalan angkatan udara Skydstrup Denmark, yang menjadi markas armada jet tempur F-16 negara Nordik tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova
mengatakan dalam jumpa pers langkah tersebut menegaskan kebijakan permusuhan Denmark terhadap Moskow.
"Perjudian ini menegaskan arah militeristik Kopenhagen yang bermusuhan, yang bertujuan untuk melemahkan upaya penyelesaian krisis di Ukraina melalui jalur politik dan diplomatik," kata Zakharova dilansir Reuters, Jumat, 12 September.
"Ini berisiko memicu eskalasi lebih lanjut dan menunjukkan keinginan Denmark untuk memperkaya diri dengan melanjutkan pertumpahan darah di Ukraina,” sambungnya.
BACA JUGA:
Denmark menjadi pendukung setia Ukraina sejak Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke negara itu pada tahun 2022.
Denmark sejauh ini telah menyumbang 67,6 miliar kronor Denmark ($10,6 miliar) dalam dukungan militer, menurut kementerian luar negeri Denmark.