Bagikan:

JAKARTA - Jerman akan mendukung resolusi PBB untuk solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina, tetapi belum yakin waktunya telah tiba untuk mengakui negara Palestina, ujar juru bicara pemerintah Hari Kamis.

"Jerman akan mendukung resolusi semacam itu yang hanya menggambarkan status quo dalam hukum internasional," kata juru bicara tersebut, seraya menambahkan Berlin "selalu menganjurkan solusi dua negara dan selalu memintanya," kata juru bicara itu kepada Reuters seperti dikutip 12 September.

"Kanselir baru saja menyebutkan dua hari yang lalu bahwa Jerman tidak melihat bahwa waktunya telah tiba untuk mengakui negara Palestina," tandas juru bicara tersebut.

Solusi dua negara adalah gagasan Palestina dan Israel dapat hidup berdampingan secara damai - sebuah negara Palestina di wilayah yang direbut Israel dalam perang tahun 1967, dengan Jalur Gaza dan Tepi Barat dihubungkan oleh koridor yang melintasi Israel.

Diketahui, Inggris, Prancis, Kanada, Australia, dan Belgia telah menyatakan akan mengakui negara Palestina di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang digelar bulan ini, meskipun London menyatakan akan menahan diri jika Israel mengambil langkah-langkah untuk meredakan krisis kemanusiaan di Gaza dan berkomitmen pada proses perdamaian jangka panjang.

Sementara, Amerika Serikat sangat menentang langkah apa pun yang diambil oleh sekutu-sekutunya di Eropa untuk mengakui kemerdekaan Palestina.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan, Washington telah memberi tahu negara-negara lain, pengakuan Negara Palestina akan menimbulkan lebih banyak masalah.

Mereka yang memandang pengakuan sebagai isyarat simbolis menunjukkan minimnya kehadiran di lapangan dan terbatasnya pengaruh negara-negara seperti Tiongkok, India, Rusia, dan banyak negara Arab yang telah mengakui kemerdekaan Palestina selama beberapa dekade.