Bagikan:

JAKARTA - Ketua Komisi Yudisial (KY) Amzulian Rifai mengungkapkan pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto kepada 13 calon hakim agung yang akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI. Salah satunya agar para hakim mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. 

“Bapak Prabowo, saya pernah dapat pesan khusus agar mengembalikan kepercayaan publik kepada lembaga peradilan, itu kami lakukan,” ujar Amzulian Rifai dalam rapat bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 8 September. 

Amzulian memastikan bahwa 13 calon hakim agung yang diajukan KY untuk mengikuti fit and proper test di DPR telah melalui proses seleksi ketat sejak Februari 2025. Prosesnya mencakup administrasi, rekam jejak, pemeriksaan psikologis, hingga tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto.

“Kami melibatkan lembaga berwenang untuk mengetahui tingkat kejujuran seseorang. Kita bekerja sama dengan psikolog. Kami memastikan calon hakim itu memenuhi kesehatannya, kami bekerja sama dengan RSPAD Gatot Subroto maka kami sudah melakukan itu semua,” jelasnya.

Amzulian menuturkan, meski Komisi III DPR sebelumnya meminta 17 nama calon hakim agung namun KY hanya meloloskan 13 orang. Sebab menurutnya, seleksi dilakukan berdasarkan kualitas, bukan jumlah.

“Kami tentu bukan berdasarkan jumlah yang dibutuhkan tetapi dasarnya adalah mereka yang lolos tahapan itu,” katanya.

Amzulian pun menegaskan bahwa 13 nama yang diusulkan sudah dipastikan bebas dari intervensi maupun praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). 

“Oleh karena itu, 13 calon hakim agung dari 17 yang diminta adalah mereka yang kami nyatakan zero KKN,” pungkasnya.

Adapun seleksi administrasi masa pendaftaran calon hakim KY dan hakim Agung dilakukan pada 6 Maret hingga 7 Maret 2025, dan diperpanjang sampai dengan 10 April 2025. 

Berikut daftar nama-nama calon hakim agung dan calon hakim ad hoc di MA:

Calon hakim agung:

1. Alimin Ribut Sujono, jabatan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Banjarmasin

2. Annas Mustaqim, jabatan Hakim Tinggi Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI

3. Julius Panjaitan, jabatan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Bengkulu

4. Suradi, jabatan Hakim Tinggi Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI

5. Ennid Hasanuddin, jabatan Hakim Tinggi Mahkamah Agung Republik Indonesia

6. Heru Pramono, jabatan Hakim Tinggi Mahkamah Agung Republik Indonesia

7. Lailatul Arofah, jabatan Hakim Tinggi Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI

8. Muhayah, jabatan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda

9. Agustinus Purnomo Hadi, jabatan Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi Mahkamah Agung RI

10. Hari Sugiharto, jabatan Hakim Tinggi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan TUN

11. Budi Nugroho, jabatan Hakim Pengadilan Pajak

12. Diana Malemita Ginting, jabatan Auditor Utama Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan

13. Triyono Martanto, jabatan Hakim Pengadilan Pajak

Calon hakim ad hoc di MA:

14. Puguh Haryogi, jabatan Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang

15. Agus Budianto, jabatan Dosen Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan

16. Bonifasius Nadya Arybowo, jabatan Hakim Ad Hoc Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung