JAKARTA - Sejumlah warga Jalan Swasembada 22, Tanjung Priok, Jakarta Utara belum mengetahui siapa provokator yang nekat menyerbu rumah anggota DPR RI nonaktif Ahmad Sahroni beberapa hari lalu.
Meski banyak beredar rekaman video amatir, warga sekitar rumah Ahmad Sahroni tak ada yang mengenali para pelaku perusakan rumah dan penjarahan.
"Kalau masalah provokator kita belum tahu. Belum ada info juga siapa provokatornya," kata Mahmud (39) penjaga portal jalan dekat rumah Ahmad Sahroni, Jumat, 5 September 2025.
Mahmud mengatakan, pelaku penyerangan terhadap rumah Ahmad Sahroni rata-rata tidak dikenali wajahnya oleh warga sekitar.
"Kalau dilihat dari kata telanjang kita sih kayaknya dari luar. Kalau warga setempat tidak ada. Justru beliau itu (Ahmad Sahroni) orang baik, selalu menyantuni dan akrab sama warga. Makanya kalau untuk menjarah warga sendiri kayaknya aduh gak tega gitu loh, karena beliau itu orang baik," ujarnya.
BACA JUGA:
Sementara terkait para pelaku penjarahan di rumah Ahmad Sahroni, warga meminta agar barang segera dikembalikan.
"Intinya kalau untuk penjarahan itu, kalau bisa dibalikin aja, jangan ditangkapin. Karena mereka juga kan, ibarat kata menjarah itu kurang etis lah. Balikin aja barang barang itu," katanya.
Sekedar diketahui, Bareskrim Polri menetapkan tujuh tersangka kasus penyebaran konten provokasi melalui media sosial terkait aksi unjuk rasa yang berujung ricuh.
Satu di antaranya mengajak masyarakat menjarah rumah anggota DPR RI nonaktif Ahmad Sahroni hingga Ketua DPR RI Puan Maharani.
"Kami telah menerima 5 laporan polisi yang kemudian kami tindak lanjuti dengan melakukan penangkapan terhadap 7 orang tersangka," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji dikutip Kamis, 4 September.
Tersangka tersebut berinisial IS (39). Konten ajakan yang berunsur provoktatif disampaikannya melalui akun TikTok @hs02775.
Pada konten yang diunggahnya, tersangka menghasut masyarakat untuk melakukan penjarahan di rumah beberapa anggota DPR yakni, Ahmad Sahroni, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, Surya Utama alias Uya Kuya, dan Ketua DPR RI Puan Maharani.