Bagikan:

JAKARTA - Setelah menemui perwakilan mahasiswa di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu 3 September, DPR berjanji akan membahas tuntutan 17+8 dari sejumlah elemen masyarakat dengan masing-masing fraksi partai pada Kamis 4 September.

“Dalam tuntutan 17+8 kita akan lakukan besok rapat evaluasi dengan pimpinan-pimpinan fraksi untuk menyatukan pendapat dan kesepakatan di DPR,” ujar Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Rabu malam.

Dasco menjelaskan, sejumlah tuntutan yang disampaikan dalam 17+8 tersebut sudah ditindaklanjuti. Di antaranya yakni mencabut tunjangan perumahan bagi para anggota dewan senilai Rp 50 juta per bulan, yang memicu kemarahan publik.

Sementara tuntutan lain, yakni permintaan membebaskan demonstran yang ditangkap kepolisian, Dasco masih mempelajari masing-masing pasal yang dipersangkakan.

“Kita akan lihat kasus per kasus apabila memang dapat dikomunikasikan, maka kita akan komunikasikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dasco menambahkan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan pemerintah untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa tersebut. Rencananya, perwakilan mahasiswa akan diterima di Istana Negara pada Kamis 4 September sebagai tindak lanjut dari audiensi dengan pimpinan DPR hari ini.

“Tadi saya kontak dengan menteri sekretaris negara, tetapi saya belum tahu yang akan terima para mahasiswa itu besok siapa besok. Tetapi pihak pemerintah, ya nanti mereka dihubungin,” tutup Dasco.