Bagikan:

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mulai memperbaiki enam halte Transjakarta yang rusak akibat dibakar massa tak dikenal dalam aksi unjuk rasa sepekan terakhir.

Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza mengaku, dalam perbaikan jangka pendek ini, setidaknya enam halte yang rusak sudah bisa beroperasi secara fungsional pada Senin, 8 September pekan depan.

"Perbaikan tahap pertama memastikan layanan kita bisa berjalan kita lakukan perbaikan secara fungsional. Jadi, orang sudah bisa turun-naik di halte," kata Welfizon kepada wartawan, Rabu, 3 September.

Keenam halte yang rusak saat aksi demonstrasi di sejumlah wilayah tersebut yakni Halte Polda Metro Jaya, Halte Senen Toyota Rangga, Halte Sentral Senen, Halte Senayan Bank DKI, Halte Gerbang Pemuda, dan Halte Bundaran Senayan.

Sementara itu, terkait peluang perbaikan total halte hingga fasilitasnya lengkap seperti semula, Welfizon mengaku hal tersebut masih akan dibahas oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

"Lagi dibahas, lagi dirapatin. Pak Gubernur sudah bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan akan kembali dibahas di rapat berikutnya," ujar dia.

Sebelumnya, Pramono Anung mengungkapkan kondisi sejumlah fasilitas publik di Jakarta akibat aksi unjuk rasa yang berunjung bentrokan di sejumlah titik sejak beberapa hari terakhir.

Tercatat, sebanyak 22 halte Transjakarta, baik yang berada dalam koridor (BRT) maupun non-BRT terdampak. 6 halte di antaranya dibakar oleh massa tak dikenal. Kemudian, 16 halte rusak dan tercoret-coret akibat aksi vandalisme.

Pramono mengungkap, total kerugian akibat perusakan fasilitas publik mencapai Rp80 miliar. Hal itu mencakup kerusakan halte, jembatan penyeberangan orang (JPO), CCTV, lampu lalu lintas, dan fasilitas umum lainnya.

"Biaya secara total kerugian termasuk dua JPO di kawasan Senen dan Polda Metro Jaya, sekarang menjadi Rp80 miliar," ungkap Pramono, Selasa, 2 September.