JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan 5,5 SR mengguncang Afghanistan tenggara pada Selasa, memicu kekhawatiran akan kerusakan dan kehancuran lebih lanjut hampir dua hari setelah gempa magnitudoo 6,0 menewaskan lebih dari 1.400 orang dan melukai ribuan lainnya di wilayah yang sama.
Dilansir Reuters, gempa pada Selasa, 2 September, terjadi pada kedalaman yang relatif dangkal, yaitu 10 km (6 mil), sama dengan gempa yang terjadi pada Minggu tengah malam.
Gempa tersebut merupakan salah satu gempa terburuk di Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir, meratakan rumah-rumah di desa-desa terpencil.
Belum diketahui seberapa parah kerusakan akibat gempa baru tersebut.
Medan yang sulit telah sangat menghambat upaya tim penyelamat di desa-desa terpencil di wilayah pegunungan tersebut.
BACA JUGA:
Tercatat 1.411 orang diketahui tewas sejauh ini, 3.124 orang luka-luka, dan lebih dari 5.400 rumah hancur, kata juru bicara pemerintahan Taliban, Zabihullah Mujahid.
Lebih banyak orang dikhawatirkan terjebak di bawah reruntuhan, kata Masyarakat Bulan Sabit Merah Afghanistan, sebuah kelompok kemanusiaan yang bekerja di wilayah tersebut. Koordinator PBB di Afghanistan mengatakan jumlah korban tewas pasti akan terus bertambah.
Afghanistan rentan terhadap gempa bumi yang mematikan, terutama di pegunungan Hindu Kush, tempat bertemunya lempeng tektonik India dan Eurasia.