Bagikan:

JAKARTA - Armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang terdiri dari puluhan kapal yang berlayar menuju Jalur Gaza, Palestina dengan membawa bantuan kemanusiaan dan aktivis pro-Palestina dan anti-Israel, kembali ke pelabuhan di Barcelona, Spanyol karena cuaca buruk, kata penyelenggara.

"Kami melakukan uji coba laut dan kemudian kembali ke pelabuhan untuk membiarkan badai berlalu. Ini berarti kami menunda keberangkatan kami untuk menghindari risiko komplikasi dengan kapal-kapal yang lebih kecil," kata Misi Armada Sumud Global dalam sebuah pernyataan, menambahkan kecepatan angin telah mencapai sekitar 35 mph, dikutip dari The Times of Israel 1 September.

Pihak penyelenggara tidak mengatakan kapan mereka berencana untuk melanjutkan perjalanan.

Konvoi maritim yang berangkat dari kota pelabuhan Spanyol pada Hari Minggu itu terdiri dari sekitar 20 kapal dan delegasi dari 44 negara, diklaim sebagai upaya terbesar hingga saat ini untuk mencoba dan mematahkan blokade di Gaza.

Aktivis Greta Thunberg termasuk di antara sejumlah aktivis yang ikut dalam armada kemanusiaan kali ini. Kapal mereka berangkat dari Barcelona pada Hari Minggu.

globl sumud flotilla
Global Sumud Flotilla menyiapkan bantuan kemanusiaan untuk dibawa ke Gaza. (Twitter/@GlobalSumudF)

"Ini adalah misi untuk menantang sistem internasional yang sangat keras dan seperti biasa, yang gagal menegakkan hukum internasional," ujar Thunberg kepada kerumunan sebelum keberangkatan armada kapal yang terdiri dari puluhan kapal, yang akan diikuti oleh kapal-kapal lainnya di sepanjang perjalanan, melansir Reuters.

Sebelumnya, aktivis Swedia tersebut mencoba menembus blokade laut Israel yang telah berlangsung lama di Gaza pada Bulan Juni, sebelum militer Israel menyergap di laut, menggiring kapal tersebut ke pelabuhan sebelum mendeportasi para aktivis.

Penyelenggara armada menyalahkan para pemimpin dunia karena gagal menekan Israel agar mengizinkan bantuan lewat setelah pemantau kelaparan global mengatakan sebagian wilayah Gaza menderita kelaparan.

Armada tersebut akan bergabung dengan lebih banyak kapal yang berangkat dari Yunani, Italia dan Tunisia, kata Yasemin Acar, anggota komite pengarah.

Di pelabuhan Genoa di Italia barat laut, sekitar 250 metrik ton makanan untuk Gaza telah dikumpulkan dari kelompok dan penduduk lokal, kata penyelenggara.

Sebagian bantuan dimuat ke atas kapal yang berangkat dari Genoa pada Hari Minggu, sementara sisanya akan dikirim ke Pelabuhan Catania di Sisilia, tempat kapal-kapal lainnya akan berangkat ke Gaza pada 4 September.

Israel berargumen blokade yang diberlakukan sejak tahun 2007 diperlukan untuk menghentikan penyelundupan senjata ke kelompok militan Hamas dan menyebut upaya lain untuk mendobraknya - termasuk yang dilakukan Thunberg pada Bulan Juni - sebagai aksi propaganda untuk mendukung Hamas.