JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bakal mengusut aktor intelektual hingga pendana di balik kerusuhan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Kerusuhan tersebut menyebabkan berbagai fasilitas umum mengalami kerusakan parah.
"Ya tentunya Polri akan bergerak sesuai dengan bukti di lapangan, kita akan menarik mulai dari fakta yang kita dapat akan terus kita cari, baik pelaku di lapangan, aktornya, siapa yang membiayai semua akan kita cari," ujar Sigit kepada wartawan di RS Polri, Jakarta Timur, Senin, 1 September.
Sigit juga menegaskan bakal memprosesnya para pihak yang terbukti terlibat aksi kerusahan sesuai dengan aturan hukum.
Berdasarkan data, sebanyak 3.195 orang terkait aksi kericuhan yang terjadi pada periode 25 hingga 31 Agustus 2025.
Dari jumlah itu, 387 di antaranya telah dipulangkan. Sedangkan 2.753 masih dalam proses pemeriksaan. Selain itu, 55 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi kericuhan.
"Kami akan menangkap para pelaku pelaku pembuat kerusuhan dan memproses seusai dengan aturan hukum yang berlaku," sebutnya.
Penindakan tegas yang dilakukan Polri sejalan dengan perintah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang meminta agar Polri dan TNI berkeja sama mengembalikan kondusifitas Indonesia.
BACA JUGA:
Dengan begitu, kegiatan masyarakat akan kembali normal. Hal ini juga akan berdampak pada peningkatan atau pertumbuhan ekonomi.
"Perintah beliau untuk segera mengembalikan keamanan, mengembalikan situasi yang ada sehingga masyarakat bisa melaksanakan kegiatannya, perekonomian bisa kembali tumbuh," kata Sigit.