Bagikan:

JAKARTA - PT MRT Jakarta menutup pintu masuk (entrance) Stasiun Istora Mandiri akibat aksi unjuk rasa kelompok mahasiswa dan masyarakat di depan Polda Metro Jaya yang mulai memanas pada sore ini.

Penutupan pintu masuk di dekat kawasan SCBD, Jalan Jenderal Sudirman ini mulai diberlakukan sejak pukul 15.45 WIB. Entrance A Stasiun Bendungan Hilir yang jaraknya tak jauh dari Polda Metro.

"Sehubungan dengan adanya peningkatan aktivitas massa di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, bersama ini diinformasikan bahwa seluruh entrance Stasiun MRT Istora Mandiri dan Entrance A Stasiun Bendungan Hilir ditutup sementara waktu hingga pemberitahuan selanjutnya," kata Plt Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta Ahmad Pratomo dalam keterangannya, Jumat, 29 Agustus.

Selain itu, operasional kereta MRT Jakarta sementara tidak berhenti di Stasiun Istora Mandiri hingga situasi dinyatakan kondusif.

Pratomo meminta pelanggan MRT Jakarta untuk menggunakan pintu masuk selain stasiun yang dilakukan penutupan. Operasional MRT Jakarta pada hari ini pun tetap berjalan normal di luar penyesuaian tersebut.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Keamanan dan kenyamanan pelanggan senantiasa menjadi prioritas utama MRT Jakarta," ujar Pratomo.

Aksi demonstrasi yang digelar di depan Polda Metro Jaya berjalan ricuh. Massa yang didominasi mahasiswa merusak mobil polisi. Diketahui, aksi demontrasi tersebut terkait tindakan represif anggota Brimob yang melindas pengendara ojek online (ojol) Affan Kurniawan hingga tewas.

Aksi perusakan bermula saat sekitar lima mobil polisi dalam satu rombongan melintas di depan massa yang sedang berkumpul di pinggir Jalan Jenderal Sudirman.

Massa kemudian meneriaki rombongan polisi dengan kata 'pembunuh'. Bahkan, mereka mencegat mobil polisi paling depan.

"Pembunuh.. Pembunuh..," teriak massa berbarengan.

Saat itulah, massa mulai melakukan perusakan. Mereka memukul dan menendang mobil polisi berwarna putih biru. Dari kejauhan terlihat mobil tersebut rusak, kaca pecah dan body mobil penyok.

Hingga akhirnya, rombongan itupun mundur. Keempat mobil lainnya langsung masuk ke dalam Polda Metro Jaya.

Pun dengan satu mobil sisanya. Meski sempat dirusak, mobil itu berhasil dibawa masuk ke dalam markas.

Adapun, dalam kasus tewasnya Affan Kurniawan, tujuh anggota Brimob telah diamankan. Mereka masing-masing berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.