Bagikan:

JAKARTA - KAI Commuter langsung mengevakuasi dan akan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line jurusan Bogor–Jakarta Kota mengalami insiden anjlok, Selasa 5 Agustus

Rangkaian KRL tersebut anjlok di jalur 9 emplasemen Stasiun Jakarta Kota, Selasa pagi sekitar pukul 07.17 WIB. Peristiwa ini berdampak pada gangguan operasional KRL, khususnya perjalanan dari arah Bogor menuju pusat kota Jakarta.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, menjelaskan rangkaian yang anjlok adalah KA Nomor 1189 relasi Bogor-Jakarta Kota. Sesaat setelah kejadian, petugas KAI yang berjaga di lokasi segera melakukan evakuasi terhadap seluruh penumpang yang berada di dalam rangkaian.

“Semua penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat oleh petugas yang berada di lapangan. Tidak ada laporan korban luka maupun cedera,” ujar Joni dalam keterangan resminya.

Petugas juga berhasil mengevakuasi rangkaian KRL yang anjlok. Hingga saat ini, tim teknis dari KAI Commuter tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi sarana dan prasarana perkeretaapian di sekitar lokasi untuk memastikan keselamatan jalur serta mendukung percepatan proses normalisasi layanan.

Sebagai respons cepat atas gangguan operasional ini, KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi guna meminimalkan dampak kepada pengguna layanan lainnya. Rangkaian KRL dari arah Bogor yang biasanya menuju Stasiun Jakarta Kota kini hanya melayani perjalanan hingga Stasiun Manggarai.

“Untuk menjaga keterlayanan perjalanan Commuter Line lainnya, khususnya lintas Bogor–Manggarai, KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi. Misalnya, perjalanan KA 1195F dari Cilebut yang semestinya menuju Jakarta Kota, hanya sampai di Stasiun Manggarai dan kembali sebagai KA 1192F menuju Depok,” jelas Joni.

Informasi ini juga disampaikan secara real-time melalui akun resmi X (dahulu Twitter) milik KAI Commuter pada pukul 07.51 WIB. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah perjalanan KRL masih menyesuaikan jadwal dan jalur operasional akibat gangguan tersebut.

KAI Commuter menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan investigasi internal guna mengetahui penyebab pasti terjadinya anjlokan. Investigasi akan melibatkan tim teknis dan keselamatan perkeretaapian untuk memastikan tidak adanya kerusakan struktural atau kelalaian prosedural.

“Keselamatan dan kenyamanan pengguna tetap menjadi prioritas utama kami. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan akan terus memberikan informasi terkini kepada para pengguna selama proses penanganan berlangsung,” tutur Joni.

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap para pelanggan, KAI juga menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proses normalisasi sesegera mungkin dan memastikan bahwa jalur kembali aman sebelum digunakan kembali dalam operasional reguler.

Bagi para pengguna KRL Commuter Line, KAI mengimbau agar selalu memperbarui informasi perjalanan melalui aplikasi KAI Access, media sosial resmi, atau petugas di stasiun. Penyesuaian waktu dan tujuan akhir perjalanan dimungkinkan terjadi hingga penanganan selesai sepenuhnya.