Bagikan:

YOGYAKARTA - Pada tahun ajaran baru anak sekolah tahun 2025/2026, Kementerian Kesehatan menyediakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah yang akan diselenggarakan serempak di seluruh wilayah Indonesia. Apa itu CKG anak sekolah?

Apa Itu CKG Anak Sekolah?

CKG adalah kegiatan pemeriksaan kesehatan yang ditujukan anak dan remaja dari usia 7 hingga 17 tahun. Pemeriksaan akan dijalankan oleh petugas kesehatan yang berasal dari puskesmas setempat. Selain bersifat gratis, program CKG juga mendekatkan layanan langsung tepat pada sasaran, sehingga anak tidak harus datang ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis ini, kecuali memang diharuskan menjalani pemeriksaan lanjutan.

CKG dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko, deteksi kondisi pra penyakit, dan deteksi penyakit lebih awal agar tatalaksana dapat segera dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. Sasaran PKG Anak Sekolah tidak hanya dilakukan pada siswa siswi di sekolah, tetapi juga termasuk anak dan remaja di luar sekolah formal. Pemeriksaan akan diselenggarakan di sekolah bagi siswa dan siswi SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, dan Pesantren sederajat. Sementara anak dan remaja di luar sekolah formal akan mendapat pemeriksaan di puskesmas.

Jenis pemeriksaan yang diberikan pada kegiatan CKG Anak Sekolah ini ada bermacam-macam, antara lain pemeriksaan status gizi, pemeriksaan tingkat aktivitas fisik, pemeriksaan risiko penyakit tidak menular, misalnya tekanan darah dan gula darah, serta pemeriksaan telinga, mata, dan gigi.

Skrining terhadap penyakit menular juga diberikan meliputi skrining hepatitis, kesehatan reproduksi dan riwayat imunisasi. Selain itu, diberikan pula skrining kesehatan jiwa dan risiko perilaku merokok dan napza yang dilakukan dengan pemberian kuisioner yang diisi oleh orang tua ataupun anak. Khusus pada jenjang SMP dan SMA sederajat, akan ditambahkan pemeriksaan talasemia dan anemia.

Kemenkes Tegaskan Komitmen

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026, Senin (14/7/2025) menegaskan komitmennya untuk menjamin kesehatan para siswa tetap terjaga selama masa belajar.

“Saya memastikan semua siswa sehat jangan sampai sakit, sampai selesai. Kalau ada penyakit menular maka diperiksa dulu, kalau ada langsung diobati, kalau perlu dikarantina sebentar setelah itu langsung sekolah,” kata Menkes Budi.

Program CKG merupakan salah satu pilar utama dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat. Pemeriksaan dijalankan secara menyeluruh sebelum siswa tinggal di asrama, mencakup pengukuran berat dan tinggi badan, pemeriksaan kesehatan gigi, mata, jantung, dan tes darah.

Program CKG menjadi bagian dari quick win presiden yang sudah dilaksanakan sejak 10 Februari 2025 melalui Puskesmas. Kemenkes sudah menerapkan simulasi program ini di beberapa sekolah seperti BPK Penabur dan Pondok Pesantren Assidiqiyah.

Hasilnya cukup mengejutkan, terdapat berbagai masalah kesehatan pada siswa, mulai dari gangguan penglihatan, karies gigi, sampai risiko diabetes yang berasal dari riwayat keluarga.

“Masalah kesehatan selalu ditemukan di setiap anak, entah itu diabetes, gangguan mata, karies. Semuanya kita rujuk ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Menkes Budi.

Hingga pertengahan Juli lalu, program CKG telah menyasar lebih dari 12 juta masyarakat umum. Khusus untuk CKG sekolah, Kemenkes menargetkan 53,8 juta pelajar di 282 ribu satuan pendidikan sebagai sasaran utama.

Demikianlah ulasan mengenai apa itu CKG anak sekolah. Kunjungi VOI.id untuk mendap​​atkan informasi menarik lainnya.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+