JAKARTA - Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) akan mengenakan tarif 15% atas impor dari Korea Selatan, turun dari ancaman 25%, sebagai bagian dari kesepakatan yang meredakan ketegangan dengan 10 mitra dagang teratas dan sekutu utama Asia.
Korea Selatan juga setuju untuk berinvestasi $350 miliar di Amerika Serikat dalam proyek-proyek yang dipilih oleh Trump dan untuk membeli produk-produk energi senilai $100 miliar.
Kesepakatan yang diumumkan setelah Trump bertemu dengan para pejabat Korea di Gedung Putih, terjadi di tengah derasnya pengumuman kebijakan perdagangan.
Banyak negara bergegas untuk mencapai kesepakatan menjelang 1 Agustus, ketika Trump telah berjanji akan memberlakukan tarif yang lebih tinggi.
"Dengan bangga saya umumkan bahwa Amerika Serikat telah menyetujui Perjanjian Perdagangan Penuh dan Lengkap dengan Republik Korea," tulis Trump di Truth Social dilansir Reuters, Kamis, 31 Juli.
Negosiasi ini merupakan ujian awal bagi Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, yang menjabat pada Juni setelah pemilihan dadakan.
Dia mengatakan kesepakatan tersebut menghilangkan ketidakpastian dan menetapkan tarif AS lebih rendah atau setara dengan tarif pesaing utama.
"Kita telah melewati rintangan besar," kata Lee dalam sebuah unggahan Facebook. Trump mengatakan Lee akan mengunjungi Gedung Putih "dalam dua minggu ke depan" untuk pertemuan pertamanya dengan presiden AS.
BACA JUGA:
Korea Selatan akan menerima produk-produk Amerika, termasuk otomotif dan produk pertanian, ke pasarnya dan tidak mengenakan bea masuk apa pun, sambung Trump.
Para pejabat tinggi Korea Selatan mengatakan pasar beras dan daging sapi negara itu tidak akan dibuka lebih lanjut, dan diskusi mengenai tuntutan AS terkait regulasi pangan terus berlanjut.
Seoul tampaknya telah mempertahankan hambatan non-tarifnya sambil mempertahankan tarifnya setara dengan Jepang dan Uni Eropa, kata ekonom Citi, Kim Jin-wook.
"Meskipun angka utama tampak seperti kemenangan besar bagi AS, detailnya tampaknya menguntungkan Korea Selatan," ujarnya.