JAKARTA - Perdana Menteri Korea Selatan Kim Min-seok pada Senin mengatakan Washington dan Seoulmembuat kemajuan dalam negosiasi terkait tarif, setelah pembicaraan telepon dengan Wakil Presiden AS JD Vance bulan lalu, menurut media lokal.
Pernyataan Kim muncul di tengah kontroversi mengenai kurangnya kesiapan pemerintah Korea Selatan dalam menghadapi ancaman kenaikan tarif terbaru Presiden AS Donald Trump dari 15 menjadi 25 persen, menurut laporan Yonhap News yang berbasis di Seoul.
"Bukan hanya saluran telepon darurat yang digunakan, tetapi berbagai jalur komunikasi diupayakan, termasuk sambungan telepon langsung dengan Wakil Presiden Vance, semuanya dioperasikan, dan melalui proses saling memahami niat sebenarnya, sehingga situasinya berkembang menjadi seperti yang kita lihat sekarang," kata Kim kepada wartawan di kediaman resminya dilansir ANTARA dari Anadolu, Senin, 2 Februari.
Trump mengeluarkan pengumuman mengejutkan melalui media sosial yang mendorong para pejabat perdagangan Korea Selatan untuk bergegas ke Washington dan bertemu dengan rekan-rekan mereka guna menyelesaikan ketidakpastian seputar isu tarif.
"Masalah ini berkaitan dengan metode penyampaian pesan unik Presiden Trump," katanya.
Kim juga membantah laporan ancaman Trump terkait dengan penyelidikan Korea Selatan atas pelanggaran data di perusahaan e-commerce raksasa Coupang yang terdaftar di bursa AS.
"Interpretasi itu sama sekali berbeda dari kebenaran," katanya.