JAKARTA — Polisi menemukan kemiripan jenis senjata api (senpi) yang digunakan dalam dua kasus pencurian sepeda motor di kawasan Jelambar, Jakarta Barat. Kedua aksi tersebut sama-sama melibatkan empat pelaku bersenjata dan dilakukan pada siang hari di lokasi parkir terbuka.
Salah satu kasus terbaru terjadi di Jalan Hadiah, RT 012/RW 03, Jelambar, pada Selasa siang (29/7/2025). Dalam aksi itu, salah satu pelaku melepaskan tembakan dari atas motor untuk menghalau kejaran korban setelah mereka mencuri sebuah sepeda motor berwarna hijau metalik.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Grogol Petamburan, AKP Aprino Tamara, mengatakan senjata api yang digunakan pelaku diduga serupa dengan senjata yang dipakai dalam kasus pencurian bersenjata sebelumnya di kawasan yang sama.
"Kalau dari senpinya, itu sama. Tapi kita belum bisa pastikan apakah pelakunya juga sama," kata Aprino saat dihubungi, Selasa.
Kasus sebelumnya terjadi pada Rabu, 9 Juli 2025, di parkiran sebuah kantor di Jalan Widara, Jelambar. Dalam kejadian itu, pelaku juga menembakkan senjata api setelah dipergoki warga.
Dari dua kejadian tersebut, pola aksi para pelaku terbilang identik: empat orang beraksi menggunakan dua sepeda motor, dua berperan sebagai eksekutor dan dua lainnya sebagai joki. Mereka mengenakan pakaian dan helm serba tertutup untuk menyamarkan identitas.
BACA JUGA:
"Karena benar-benar tertutup pakaiannya sampai ke wajahnya, jadi belum bisa dipastikan apakah itu pelaku yang sama," tambah Aprino.
Polisi kini tengah mendalami jenis senjata api yang digunakan dengan mengamankan selongsong peluru yang ditemukan di lokasi.
“(Selongsong peluru) sudah kita amankan. Pelaku sempat menembakkan senjata ke arah jalan sebelum kabur. Untungnya, tidak ada korban jiwa,” jelasnya.
Kepolisian juga telah memeriksa korban, sejumlah saksi mata, serta rekaman CCTV yang menangkap aksi pelaku. Video rekaman itu turut beredar luas di media sosial.
Dari hasil rekaman tersebut, tampak dua pelaku mengeksekusi pencurian dengan membobol motor, sementara dua lainnya menunggu sambil bersiaga untuk kabur. Begitu korban memergoki aksi tersebut dan meneriaki para pelaku, mereka langsung panik dan kabur. Salah satu pelaku kemudian melepaskan tembakan sebagai upaya menakut-nakuti warga dan memastikan pelarian.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung, termasuk uji balistik terhadap peluru yang ditemukan, untuk mengungkap apakah senjata api yang digunakan dalam dua kasus ini memang berasal dari sumber yang sama.