JAKARTA - Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang dengan Indonesia dalam unggahan di media sosialnya, menyebut pemangkasan tarif dan hambatan tarif sehingga akan menjadi pasar terbuka untuk produk Amerika Serikat.
Itu disampaikannya dalam unggahan di akun Truth Social miliknya pada Hari Rabu.
"Disepakati Indonesia akan menjadi Pasar Terbuka bagi Produk Industri dan Teknologi Amerika, dan Barang Pertanian, dengan menghilangkan 99% dari Hambatan Tarif mereka. Amerika Serikat sekarang akan menjual produk Buatan Amerika ke Indonesia dengan Tarif NOL, sementara Indonesia akan membayar 19% untuk semua produk mereka yang masuk ke AS — Pasar Terbaik di Dunia!" tulis Presiden Trump seperti dikutip Rabu 23 Juli.
"Selain itu, Indonesia akan memasok Amerika Serikat dengan Mineral Kritis mereka yang berharga, serta menandatangani Kesepakatan BESAR, senilai Puluhan Miliar Dolar, untuk membeli Pesawat Boeing, produk Pertanian Amerika, dan Energi Amerika. Kesepakatan ini adalah KEMENANGAN BESAR bagi Produsen Mobil, Perusahaan Teknologi, Pekerja, Petani, Peternak, dan Produsen kita. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap hal ini. JADIKAN AMERIKA HEBAT LAGI!" tandasnya.
Sementara itu, Rincian kerangka kerja kesepakatan tersebut dirilis dalam pernyataan bersama oleh kedua negara, dan lembar fakta yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, dikutip dari Reuters.
Mereka mengatakan bahwa negosiator dari kedua negara akan menyelesaikan perjanjian yang sebenarnya dalam beberapa minggu mendatang.
"Hari ini, Amerika Serikat dan Republik Indonesia menyepakati kerangka kerja untuk merundingkan perjanjian perdagangan timbal balik guna memperkuat hubungan ekonomi bilateral kita, yang akan memberikan akses yang belum pernah ada sebelumnya bagi eksportir kedua negara ke pasar masing-masing," demikian pernyataan tersebut.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Indonesia akan segera membatalkan rencananya untuk mengenakan tarif pada arus data internet dan setuju untuk mendukung pembaruan moratorium bea masuk e-commerce dari Organisasi Perdagangan Dunia yang telah lama berlaku, seorang pejabat senior pemerintahan Presiden Trump menyampaikan kepada para wartawan melalui panggilan konferensi.
Indonesia juga akan menghapus inspeksi dan verifikasi pra-pengiriman yang baru-baru ini diberlakukan atas ekspor AS yang telah menimbulkan masalah bagi ekspor pertanian AS, berkontribusi pada defisit perdagangan pertanian AS yang semakin meningkat, kata pejabat tersebut.
Pejabat tersebut, yang tidak berwenang berbicara di depan umum, mengatakan perjanjian tersebut dapat membantu memulihkan surplus barang pertanian yang pernah dimiliki Amerika Serikat dengan Indonesia, hingga menerapkan persyaratan pra-pengiriman.
Sebagai sebuah kemenangan bagi produsen mobil AS, pejabat tersebut mengatakan Indonesia telah setuju untuk menerima Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal AS untuk kendaraan yang diekspor dari Amerika Serikat ke negara berkembang berpenduduk 280 juta jiwa tersebut.
Indonesia juga telah setuju untuk menghapus pembatasan ekspor komoditas industri, termasuk mineral penting, kata pernyataan bersama tersebut. Pejabat AS tersebut mengatakan pihaknya juga akan menghapus persyaratan kandungan lokal untuk produk yang menggunakan komoditas tersebut yang dikirim ke Amerika Serikat.
Pernyataan bersama tersebut mengungkapkan, AS akan mengurangi tarif timbal balik menjadi 19 persen, dan "mungkin juga mengidentifikasi komoditas tertentu yang tidak tersedia secara alami atau diproduksi di dalam negeri di Amerika Serikat untuk pengurangan tarif timbal balik lebih lanjut."
Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan.
Kedua negara menyatakan akan menegosiasikan aturan asal barang untuk memastikan manfaat kesepakatan tersebut terutama dirasakan oleh AS dan Indonesia, bukan negara ketiga.
Mereka menyatakan Indonesia akan berupaya mengatasi hambatan bagi barang-barang AS, termasuk melalui penghapusan pembatasan impor dan persyaratan perizinan untuk barang atau suku cadang hasil remanufaktur AS.
Indonesia juga sepakat untuk bergabung dengan Forum Global tentang Kelebihan Kapasitas Baja dan mengambil tindakan untuk mengatasi kelebihan kapasitas global di sektor baja.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Hari Senin mengatakan, pemberlakukan tarif dagang 19 persen untuk Indonesia akan dilakukan setelah pernyataan bersama kedua negara.
Airlangga mengatakan, tarif yang berlaku saat ini adalah tarif dasar (baseline tariff) sebesar 10 persen.
"Indonesia adalah negara yang sudah melakukan deal dengan Amerika Serikat. Jadi artinya beberapa negara yang sudah, itu sudah tidak berlaku lagi 1 Agustus. Jadi tentunya yang 1 Agustus adalah mereka yang kemarin dikirim surat. Jadi terhadap negara seperti Inggris, Vietnam, China, dan Indonesia tidak ada lagi 1 Agustus. Nah ini akan ditentukan kemudian menunggu joint statement dan pengumuman lanjutan," jelas Airlangga.
Diketahui, besaran tarif untuk Indonesia sama dengan untuk Filipina yang diumumkan Selasa kemarin. Sedangkan tarif untuk Vietnam sebesar 20 persen.