JAKARTA - Paus Leo berharap dapat melakukan perjalanan ke Turki akhir tahun ini untuk menghadiri peringatan 1.700 tahun pertemuan puncak Gereja Kristen besar, yang akan menjadi perjalanan luar negeri pertamanya selama masa kepausannya.
Abad-abad awal Kekristenan ditandai oleh perdebatan sengit tentang bagaimana Yesus bisa menjadi Tuhan sekaligus manusia, dan Gereja memutuskan hal tersebut pada Konsili Nicea Pertama - yang sekarang dikenal sebagai Iznik di Turki - pada tahun 325.
"Saya berharap dapat bertemu Anda kembali, dalam beberapa bulan, untuk berpartisipasi dalam peringatan ekumenis Konsili Nicea," ujar Paus Leo dalam audiensi dengan para peziarah Ortodoks dan Katolik dari Amerika Serikat dilansir Reuters, Kamis, 17 Juli.
Para peziarah mengunjungi Leo di kediaman musim panasnya di Castel Gandolfo, dekat Roma, sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke Istanbul.
BACA JUGA:
Awal bulan ini, kantor kepresidenan Turki menyatakan Paus telah menyampaikan kepada Ibu Negara Turki, Emine Erdogan, tentang niatnya untuk mengunjungi negara tersebut.
Paus Leo, yang terpilih pada 8 Mei setelah wafatnya Paus Fransiskus, belum melakukan perjalanan ke luar negeri.
Pada Mei, setelah mengunjungi Leo di Vatikan, Bartholomew mengatakan kepada penyiar TV2000 milik para uskup Italia, kemungkinan tanggal kunjungan Paus ke Turki adalah 30 November.