Bagikan:

YOGYAKARTA - Ozon adalah lapisan yang sangat penting untuk melindungi Bumi dan semua kehidupan makhluk di permukaannya dari radiasi Matahari. Namun, apa yang terjadi jika lapisan ozon rusak?

Letak lapisan ozon ada pada lapisan stratosfer yang berada pada ketinggian 10 - 40 km di atas permukaan Bumi. Kerusakan ozon disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya Chlorofluorocarbon (CFC) yang banyak dihasilkan dari aktivitas manusia.

Dikutip dari buku Jelajah Iptek Cyber Muda oleh Irwan Suhanda (2007), lapisan ozon sejak tahun 1960 menunjukkan grafik penurunan. Persoalan menipisnya ozon pun menjadi perbincangan hangat para ahli ataupun pemimpin dunia dan dijadikan topik yang sering dibahas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam forumnya.

Bagaimana Kondisi Lapisan Ozon Bumi?

Pertama kali yang menemukan kerusakan lapisan ozon adalah tim peneliti Inggris, British Antarctic Survey (BAS), di Benua Antartika pada tahun 1970. Selang 15 tahun kemudian, lubang ozon di atas Benua Antartika menjadi rekor kerusakan paling parah dengan diameter mencapai 29 juta kilometer persegi.

Pada awalnya para peneliti memiliki dugaan hal tersebut terjadi karena kerusakan pada alat pemantau atmosfer. Setelah alat baru diganti, ternyata hasilnya masih sama.

Para peneliti pun memiliki kesimpulan bahwa kerusakan lapisan ozon tersebut terjadi karena fenomena alam. Lubang kerusakan ozon yang parah tersebut selanjutnya diberi istilah ozone hole.

Akhir-akhir ini perusakan lapisan ozon telah merambah ke kawasan di atas kutub utara meskipun tidak separah kutub selatan. Oleh sebab itu, penting bagi manusia mengurangi penggunaan bahan kimia yang dapat menimbulkan kerusakan lubang ozon.

Apa yang Terjadi Jika Lapisan Ozon Rusak?

Dikutip dari laman Science Alert, penelitian terbaru menyimpulkan bahwa tanpa adanya lapisan ozon, udara di Bumi akan terasa lebih dingin 3,5 Kelvin. Hal tersebut akan menimbulkan dampak buruk pada iklim yang ada di Bumi.

Untuk memahami seberapa penting lapisan ozon, para ilmuwan memanfaatkan serangkaian simulasi iklim Bumi. Mereka memvariasikan jumlah ozon di atmosfer bagian atas dan memungkinkan suhu Bumi mencapai keseimbangan.

Mereka berkesimpulan bahwa keberadaan ozon memberikan efek pemanasan pada suhu permukaan Bumi, rata-rata suhu permukaan Bumi meningkat sekitar 3,5 Kelvin. Adapun efek utama dari berkurangnya lapisan ozon yaitu pendinginan stratosfer bagian atas.

Berkurangnya lapisan ozon dan pendinginan stratosfer juga akan menggoyahkan lapisan atmosfer yang mencegah pembentukan awan. Hal ini akan membuat awan hanya dapat muncul di ketinggian yang lebih rendah dan lebih tinggi.

Semakin luasnya lubang ozon, maka radiasi ultraviolet akan meningkat. Jika dosisnya sangat tinggi, maka akan menimbulkan penyakit kanker kulit dan katarak dan juga kerusakan lingkungan di permukaan Bumi.

Selain itu, pertumbuhan tanaman juga akan terganggu jika terkena radiasi sinar ultraviolet dengan dosis tinggi. Kesuburan tanah pun akan semakin terkikis sebab sinar ultraviolet dapat membunuh mikroorganisme di permukaan tanah.

Demikianlah ulasan mengenai apa yang terjadi jika lapisan ozon rusak. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.