Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov tiba di Korea Utara pada Jumat. Ini merupakan kunjungan terbaru seorang pejabat senior Rusia ke negara yang terisolasi itu di tengah menghangatnya hubungan kedua negara.

Kunjungan Lavrov yang dijadwalkan pada Minggu, mencakup pertemuan antara para menteri luar negeri kedua negara, lapor KCNA.

Lavrov terbang dari ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, setelah pertemuan menteri luar negeri ASEAN dan tiba di Wonsan, kota pesisir timur Korea Utara, yang merupakan rumah bagi resor yang baru dibuka dan terkenal dengan fasilitas rudal dan angkatan lautnya.

Dilansir Reuters, Sabtu, 12 Juli, kunjungan Lavrov merupakan pertemuan tingkat tinggi terbaru antara kedua negara di tengah peningkatan dramatis kerja sama strategis mereka yang kini mencakup pakta pertahanan bersama.

Badan intelijen Korea Selatan mengatakan Korea Utara mungkin sedang bersiap untuk mengerahkan pasukan tambahan pada bulan Juli atau Agustus, setelah mengirim lebih dari 10.000 tentara untuk bertempur bersama Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Korea Utara telah sepakat untuk mengirimkan 6.000 insinyur dan pembangun militer untuk rekonstruksi di wilayah Kursk Rusia, tempat pasukan Ukraina melancarkan serangan lintas batas massal hampir setahun yang lalu.

Kantor berita Rusia juga melaporkan kedatangan Lavrov dan mengatakan setelah pertemuan Korea Utara, ia diperkirakan akan melakukan perjalanan ke China untuk menghadiri pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai, yang dijadwalkan berlangsung pada Senin dan Selasa.

Kantor berita pemerintah Rusia, TASS, melaporkan Lavrov dan mitranya dari Korea Utara, Choi Son Hui, akan membahas konflik Ukraina yang telah berlangsung selama 40 bulan dan situasi di Semenanjung Korea.

TASS menyatakan resor pantai baru ini dapat meningkatkan pariwisata Rusia ke Korea Utara, dengan menyebutkan dimulainya kembali kereta langsung dari Moskow ke Pyongyang dan proyek pembangunan jembatan di atas Sungai Tumen yang merupakan bagian dari perbatasan antara Korea Utara, China, dan Rusia.

TASS mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Andrei Rudenko, yang mengatakan lebih banyak delegasi tingkat tinggi akan mengunjungi Korea Utara akhir tahun ini.

Rudenko mengatakan kesepakatan kemitraan strategis jelas memenuhi kebutuhan yang berubah selama beberapa dekade terakhir dan memperkuat hubungan Rusia-Korea yang secara tradisional bersahabat dan bertetangga baik ke tingkat yang baru secara kualitatif sebagai sekutu.