JAKARTA - Pengelola Apartemen Kalibata City akhirnya buka suara terkait kronologi kejadian lompatnya seorang wanita penghuni apartemen bernama Anita (23) di Tower Jasmine, Lantai 19. Korban melompat dari balkon unit huniannya.
General Manajer Apartemen Kalibata City Martiza Melati mengatakan, peristiwa tersebut berawal ketika adanya seorang pria Warga Negara Asing (WNA) yang diduga alami gangguan jiwa terlepas dari jangkauan pengawasan keluarganya.
Pria WNA tersebut diketahui sebagai penghuni apartemen tower yang sama dengan korban.
"Saat itu, (WNA) sebenernya sedang berada bersama kakaknya. Tapi hilang dari pemantauan. Lalu pria (WNA) ini mengikuti penghuni lain di tower itu naik ke dalam lift tanpa (bawa) kartu sendiri," kata Martiza saat dikonfirmasi VOI, Jumat, 11 Juli 2025, sore.
Martiza menegaskan, gedung apartemen Kalibata City telah menerapkan proteksi sistem keamanan dengan akses card. "Jadi setiap unit itu, lantai kartunya masing-masing untuk menuju ke unitnya," terangnya.
Lantaran WNA yang diduga alami gangguan jiwa itu tidak membawa kartu akses, sehingga WNA tersebut mengikuti salah satu penghuni lainnya yang mau naik lift.
"Karena dia tidak bawa kartu akses, dia tidak tahu mau keluar di lantai berapa. Akhirnya keluarlah di lantai 19. Di lantai 19 dia keluar, mungkin melihat ada unit yang terbuka (pintunya), dia (WNA) masuk," katanya.
Di saat pelaku masuk, ternyata di dalam unit apartemen tersebut terdapat korban A seorang diri. Melihat ada pria tak dikenal yang masuk ke dalam unitnya, korban langsung menuju balkon miliknya karena panik.
"Ternyata pas (WNA) masuk, ada wanita di dalam ini, kaget dong. Jadi si wanita ini langsung menuju balkon, terus lompat," ujarnya.
Korban A alami luka patah kaki, beruntung nyawanya masih tertolong. Korban saat kejadian langsung dibantu evakuasi oleh tim badan pengelola Apartemen Kalibata City dan dibawa ke rumah sakit terdekat.
"Sekarang kondisinya sudah keluar dari rumah sakit. Lalu si pelaku pria dan keluarganya bertanggungjawab atas semua dampak yang terjadi dari kejadian kemarin," tambahnya.
BACA JUGA:
Sementara berdasarkan keterangan pihak keluarga WNA kepada badan pengelola Apartemen, sambung Martiza, pria WNA tersebut ada kelainan atau gangguan kejiwaan.
"Kenapa ini laki-laki bisa naik? Menurut keterangan keluarga pria ini, setelah kami interogasi memang ada kelainan atau gangguan jiwa. Ada surat keterangan dari rumah sakitnya, terus pihak keluarga sendiri yang menyatakan kalau adiknya ini ada gangguan jiwa," paparnya.
Sementara berdasarkan pengakuan wanita yang melompat, alasan dia lompat karena ketakutan (saat pria WNA itu masuk).
"Wanita ini penghuni, tapi dia hanya sebagai penyewa di Kalibata City. Sedangkan pria (WNA) yang dimaksud juga penyewa. Jadi dua-duanya adalah penyewa di satu tower yang sana namun Cuma berbeda lantai. Mereka ini tidak saling kenal. Kebetulan, sore hari itu, (pintu) unit wanita ini terbuka (sehingga pria WNA dapat masuk)," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Anita (23) wanita yang lompat dari lantai 19 Apartemen Kalibata City Tower Jasmine, selamat meski mengalami patah tulang.
Anita nekat lompat dari ketinggian gedung karena panik melihat seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masuk ke dalam kamarnya.
"Sebelum kejadian penyewa unit (Anita) dari bawah naik ke atas. Tiba-tiba sampai atas lampunya mati. Terus mereka turun minta bantuan ke kantor pengelola. Pintu lupa dikunci. Saat naik ke atas kok ada orang masuk. Kaget dia. Kamarnya dikunci, ibu ini larinya ke balkon, panik, akhirnya dia lompat. Orang tersebut, yang masuk kamar memang ada, dan boleh dibilang kesehatannya terganggu lah." terang Kapolsek Pancoran Kompol Mansur, dalam pesan singkat, Kamis, 10 Juli 2025.
Kompol Mansur pun memastikan bila pria yang masuk ke dalam kamar Anita adalah pria Warga Negara Asing (WNA) asal Afganistan.