JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed Bin Salman bin Abdulaziz Al Saud menyerukan masyarakat internasional mengambil peran serta aktif dalam mengakhiri bencana di Jalur Gaza dan mewujudkan negara Palestina.
Dalam pernyataan bersama usai pertemuan bilateral di Istana Al-Salam, Jeddah, kedua pemimpin menegaskan kembali tekad untuk terus memberikan dukungan kemanusiaan yang terjadi di wilayah kantong Palestina, sejak konflik terbaru pecah pada 7 Oktober 2023.
Terkait situasi di Jalur Gaza khususnya dan Palestina umumnya, kedua pemimpin mengharapkan peran serta aktif masyarakat internasional.
"Kedua pemimpin menyerukan masyarakat internasional untuk segera mengambil langkah-langkah praktis guna mengakhiri bencana kemanusiaan di Gaza, menekankan perlunya Israel untuk mematuhi gencatan senjata," dikutip dari pernyataan bersama kedua pemimpin, Kamis 3 Juli.
Lebih jauh, kedua pemimpin juga menekankan pentingnya peran yang harus dimainkan oleh masyarakat internasional dalam menekan pihak Israel untuk mematuhi hukum internasional dan resolusi legitimasi internasional.
Sumber medis di wilayah kantong itu pada Hari Rabu mengonfirmasi, jumlah korban tewas Palestina sejak konflik terbaru pecah pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 57.012 jiwa, sementara korban luka-luka mencapai 134.592 orang, dikutip dari WAFA.
Terkait itu, kedua pemimpin menyerukan masyarakat internasional untuk mengutuk pelanggaran Israel, menuntut masyarakat internasional meminta pertanggungjawabannya sesuai dengan hukum internasional, sekaligus menekankan memenuhi kewajibannya.
Pertemuan kali ini juga dimanfaatkan kedua pemimpin untuk kembali menegaskan, keamanan dan stabilitas di Palestina hanya dapat diwujudkan melalui penerapan resolusi internasional yang terkait dengan solusi dua negara, dengan cara yang memastikan terciptanya kondisi yang kondusif untuk hidup berdampingan secara damai, pembangunan ekonomi, dan memungkinkan rakyat Palestina untuk memperoleh hak-hak mereka yang sah.
"Termasuk pembentukan negara yang merdeka dan berdaulat di sepanjang perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," kata pernyataan bersama itu.
"Kedua belah pihak mendesak semua negara untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam upaya ini, dengan tujuan mengembangkan langkah-langkah praktis yang memperkuat inisiatif internasional dan upaya perdamaian, yang pada akhirnya mengarah pada pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berakhirnya pendudukan," seru pernyataan itu.
BACA JUGA:
Diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi pada tanggal 1-3 Juli. Ini adalah kunjungan pertamanya ke Arab Saudi sejak dilantik pada Oktober tahun lalu.
Kedua pemimpin dan delegasi masing-masing negara membahas peningkatan hubang bilateral, serta menggelar pertemuan pertama Dewan Koordinasi Tertinggi (DKT) Saudi-Indonesian Supreme Coordination Council, sekaligus menyepakati Tata Kelola DKT yang akan menjadi kerangka acuan institusional DKT sebagaimana tercantum dalam Minutes of Meeting yang ditandatangani Presiden RI dan Putra Mahkota Arab Saudi.