JAKARTA - Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan dalam waktu satu hingga dua hari ke depan, surat terkait usulan nama calon duta besar untuk negara sahabat sudah sampai ke DPR. Salah satu dubes negara strategis yang kosong yakni Kedutaan Besar RI untuk Amerika Serikat.
"Saya kira ini juga kesalahan kami sehingga proses ini tidak berlangsung dengan cepat dan smooth. Tapi yang pasti untuk beberapa pos yang disebutkan, saya berharap dalam satu dua hari ini sudah ada surat ke DPR untuk bisa posisi-posisi penting ini harus segera diisi," ujar Menlu Sugiono dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR, Senin, 30 Juni.
Meski Kemlu tetap bisa melaksanakan semua tugas-tugas perwakilan di negara-negara yang tidak ada duta besarnya dengan cukup lancar, namun Sugiono mengakui bahwa posisi dubes merupakan sesuatu yang sangat penting.
"Karena tidak mungkin negara kita tidak diisi duta besarnya sama negara-negara yang besar," katanya.
Sugiono mengakui mencari duta besar RI untuk negara sahabat tidak mudah. Kemlu, kata dia, perlu menghitung dan mempertimbangkan kompetensi calon dubes.
"Memang tidak mudah mencari duta-duta besar sekelas Pak Havas dan Pak Tata. Jadi perlu waktu dan Alhamdulillah semua prosesnya sudah bisa kami selesaikan di Kemlu," kata Sugiono.
"Dan beberapa duta besar juga sebenarnya ada di ruangan ini tetapi belum bisa berangkat karena proses dari negara akreditasi juga masih berjalan dan semoga dalam satu dua hari ini usulannya sudah bisa sampai ke DPR," sambungnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR Anton Sukartono meminta Menlu Sugiono untuk segera menunjuk dan mengirimkan Nama-nama calon dubes RI.
"Kita data ada 12 KBRI kosong tanpa dubes, Amerika Serikat dari tahun 2023, karena dubes ditunjuk jadi wamen BUMN, PBB, New York dari 2024 dubesnya jadi wamenlu, dubes Jerman jadi wamenlu juga, PBB Jenewa dubesnya jadi wamen PPN dan Bappenas. Dubes Korea Utara dari 2021 ditarik karena COVID-19 sampai sekarang tidak ada," kata Anton dalam rapat kerja bersama Kemlu hari ini.
BACA JUGA:
"Kita sama-sama paham bahwa dubes adalah faktor yang paling penting pak, di Kemenlu, selain sebagai melindungi WNI kita, diplomasi kita, dan lain sebagainya. Kalau saya sih maunya yang kosong ini segera diisi lah, apapun alasannya," lanjutnya.
Kemlu juga diminta untuk mempersiapkan nama calon dubes pengganti untuk Meksiko dan Jepang yang masa jabatannya akan segera berakhir.
"Disiapkan saja penggantinya, kan ada waktunya untuk fit and proper, juga ada waktunya dilantik. Itu kalau kosongnya lama kan tidak bagus juga untuk negara yang bersangkutan," katanya.