JAKARTA - Tujuh orang menjalani persidangan terkait bentrokan saat demonstrasi di London untuk mendukung Palestine Action, organisasi yang diusulkan pemerintah Inggris untuk dilarang berdasarkan undang-undang antiterorisme.
Larangan yang diumumkan pada Senin itu akan diajukan ke parlemen minggu depan. Nantinya anggota Palestine Action dapat dipidana setelah para aktivisnya merusak dua pesawat militer Inggris sebagai protes atas dukungan London terhadap Israel.
Larangan tersebut akan menempatkan Palestine Action setara dengan Hamas, al-Qaeda atau ISIS menurut hukum Inggris.
Palestine Action yang menyebut larangan itu sebagai "reaksi yang tidak terkendali", mengubah lokasi demonstrasi yang direncanakan ke Trafalgar Square di London setelah polisi melarangnya menggelar unjuk rasa di luar gedung parlemen.
Dilansir Reuters, Rabu, 25 Juni, Polisi Metropolitan mengatakan meskipun demonstrasi dimulai dengan damai, terjadi bentrokan antara petugas dan orang-orang di kerumunan, dengan 13 orang ditangkap. Dari jumlah tersebut, tujuh orang telah didakwa.
Satu orang diberi peringatan, sementara sisanya dibebaskan dengan jaminan atau dibebaskan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut, kata polisi. Dakwaan tersebut termasuk menyerang petugas darurat dan pelanggaran rasial.
Palestine Action secara rutin menargetkan situs-situs Inggris yang terhubung dengan perusahaan pertahanan Israel Elbit Systems serta perusahaan-perusahaan lain di Inggris yang terkait dengan Israel sejak dimulainya konflik di Gaza pada tahun 2023.
Dalam tindakan terbarunya dan yang paling terkenal, dua anggota Palestine Action memasuki pangkalan Angkatan Udara Kerajaan di Inggris bagian tengah pada Jumat pekan lalu.
BACA JUGA: