Bagikan:

JAKARTA - Serangan rudal Rusia di Ukraina tenggara pada Selasa menewaskan 17 orang dan menyebabkan kerusakan besar. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kembali mendesak sekutu Kyiv di KTT NATO untuk memperkuat industri pertahanan Ukraina.

Serangan yang terbagi dalam dua bagian itu menewaskan 15 orang dan melukai lebih dari 200 orang di ibu kota regional Dnipro, kata gubernur Serhiy Lysak, di mana gelombang ledakan menghujani puluhan penumpang kereta dengan pecahan kaca.

Sebanyak 18 anak-anak termasuk dalam daftar korban terluka.

Serangan siang hari yang jarang terjadi itu juga merusak puluhan gedung apartemen dan fasilitas pendidikan di antara lokasi-lokasi lain, menurut Wali Kota Borys Filatov.

Dua orang juga tewas di kota Samar, sekitar 10 km (enam mil) dari Dnipro, kata Lysak, seraya menambahkan bahwa sebuah fasilitas infrastruktur rusak.

Serangan itu terjadi saat Zelenskyy mendesak negara-negara anggota NATO di Belanda untuk meningkatkan investasi mereka di sektor pertahanan Ukraina yang sedang berkembang dan menindak pasokan komponen asing yang menurutnya digunakan Rusia untuk membuat senjatanya.

"Ini bukan pertarungan yang sulit untuk menentukan sisi," tulisnya di X sebagai tanggapan atas serangan itu.

"Berdiri bersama Ukraina berarti membela kehidupan,” sambungnya dilansir Reuters, Rabu, 25 Juni.

Rusia meningkatkan serangan udara di Ukraina dalam beberapa minggu terakhir, khususnya ibu kotanya Kyiv, tempat 28 orang tewas pada 17 Juni dalam serangan paling mematikan tahun ini. Sepuluh orang lainnya tewas dalam serangan udara di Kyiv dan wilayah sekitarnya pada Senin.