Bagikan:

JAKARTA - Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, mengatakan negaranya sedang mengevaluasi kerusakan yang dialami situs nuklirnya dan berencana untuk merehabilitasinya.

"Kami telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan saat ini sedang menilai area yang rusak," kata Eslami dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Mehr Iran, Selasa 24 Juni, dikutip dari Al Jazeera.

Eslami mengatakan, evaluasi yang dilakukan termasuk tindakan antisipasi yang perlu dilakukan jika fasilitas nuklir Iran terganggu.

"Persiapan untuk pemulihan telah diantisipasi, dan rencana kami adalah untuk mencegah gangguan apa pun, dalam produksi atau layanan," sambungnya.

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) melakukan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran yang terdapat di Fordow, Isfahan, dan Natanz.

Ketiga fasilitas Iran ihantam bom  AS pada Sabtu 21 Juni 2025 waktu setempat.

Sehari berlalu, Pemerintah Iran mengonfirmasi kebenaran terkait serangan militer AS terhadap ketiga situs nuklir mereka. Iran memastikan tidak ada kontaminasi radiasi akibat serangan tersebut.

Organisasi Energi Atom Iran juga menekankan program nuklir nasional akan terus dilanjutkan negaranya.