JAKARTA - Para pejabat tinggi AS dan China bertemu di London pada Senin untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan meredakan sengketa perdagangan.
Para pejabat dari kedua negara adikuasa itu dijadwalkan bertemu di Lancaster House yang megah untuk mencoba kembali ke jalur yang benar dengan kesepakatan awal yang dicapai bulan lalu di Jenewa yang sempat menurunkan suhu antara Washington dan Beijing.
Pembicaraan yang akan dimulai sekitar pukul 11.30 waktu setempat Senin, 9 Juni, terjadi pada saat yang krusial bagi kedua ekonomi, dengan para investor mencari sedikit kelegaan dari serangkaian perintah tarif Presiden AS Donald Trump.
"Putaran pembicaraan perdagangan berikutnya antara AS dan Tiongkok akan diadakan di Inggris pada hari Senin," kata seorang juru bicara pemerintah Inggris dilansir Reuters.
"Kami adalah negara yang memperjuangkan perdagangan bebas dan selalu menegaskan bahwa perang dagang tidak menguntungkan siapa pun, jadi kami menyambut baik pembicaraan ini,” sambung juru bicara itu.
Yang akan berkumpul di sana adalah delegasi AS yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, dan rombngan China yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri He Lifeng.
Di Jenewa, kedua pihak sepakat untuk mengurangi pajak impor yang tinggi atas barang masing-masing yang berdampak pada penerapan embargo perdagangan antara ekonomi nomor 1 dan 2 dunia.
Tetapo pejabat AS dalam beberapa minggu terakhir menuduh China lamban dalam memenuhi komitmennya, khususnya terkait pengiriman tanah jarang.
Diikutsertakannya Lutnick, yang lembaganya mengawasi kontrol ekspor untuk AS, merupakan salah satu indikasi betapa pentingnya tanah jarang.
Ia tidak menghadiri pembicaraan Jenewa, di mana kedua negara mencapai kesepakatan 90 hari untuk mencabut sebagian tarif tiga digit yang telah mereka tetapkan satu sama lain.
Putaran pertemuan kedua terjadi empat hari setelah Trump dan Presiden China Xi Jinping berbicara melalui telepon, interaksi langsung pertama mereka sejak pelantikan Trump pada 20 Januari.
Selama panggilan telepon yang berlangsung lebih dari satu jam, Xi meminta Trump untuk mundur dari tindakan perdagangan yang mengguncang ekonomi global dan memperingatkannya agar tidak mengancam Taiwan.
Namun Trump mengatakan di media sosial, pembicaraan yang difokuskan terutama pada perdagangan menghasilkan "kesimpulan yang sangat positif," yang menjadi latar belakang pertemuan hari Senin di London.
Keesokan harinya, Trump mengatakan Xi telah setuju untuk melanjutkan pengiriman mineral tanah jarang dan magnet ke AS. Keputusan China pada April untuk menangguhkan ekspor berbagai mineral dan magnet penting telah mengacaukan rantai pasokan yang penting bagi produsen mobil, produsen kedirgantaraan, perusahaan semikonduktor, dan kontraktor militer di seluruh dunia.
"Kami ingin Tiongkok dan Amerika Serikat terus melangkah maju dengan perjanjian yang disepakati di Jenewa," kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kepada program Fox News "Sunday Morning Futures" pada Minggu.
"Pemerintah telah memantau kepatuhan Tiongkok terhadap kesepakatan tersebut, dan kami berharap ini akan terus berlanjut untuk mengadakan pembicaraan perdagangan yang lebih komprehensif,” imbih Leavitt.