Bagikan:

JAKARTA - PPP saat ini tengah mencari figur yang mampu memperkuat kembali partai yang berdiri sejak 5 Januari 1973. Salah satu nama yang disebut mendapat dukungan adalah Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk maju pada Muktamar PPP pada September 2025.

Disebut-sebut nama Amran salah satunya mendapat dukungan dari pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam. Namun, Haji Isam menegaskan dirinya sama sekali tidak tahu menahu soal diusungnya nama Amran.

"Itu sepenuhnya hak politik Pak Amran. Saya tidak tahu-menahu soal itu," ujar Haji Isam dalam keterangan resminya, Rabu 28 Mei.

Haji Isam menepis pemberitaan yang menyebut dirinya berada di balik langkah Amran untuk menguasai PPP, termasuk kabar tengah menunggu restu dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut tudingan tersebut tidak berdasar.

“Saya tidak tahu. Sama sekali tidak ada keterlibatan saya,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Romahurmuziy (Rommy), juga telah membantah keterlibatan Haji Isam dalam wacana akuisisi PPP.

"Sebagai pengusaha sukses, Haji Isam tidak butuh mengakuisisi partai mana pun. Karena sebagai pengusaha dengan komunikasi yang luas, beliau berteman dengan seluruh partai," kata Rommy.

Walau demikian, Rommy tetap terbuka dan berharap PPP akan dipimpin oleh tokoh terbaik dari mana pun.

"Apakah Pak Amran betul-betul akan menjadi ketum PPP pada Muktamar September 2025 mendatang? Waktu masih cukup panjang untuk kejutan-kejutan lainnya," jelas Rommy.