JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan akan menghadiri agenda panen raya jagung serentak tahap dua yang dipusatkan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat pada 31 Mei hingga 6 Juni 2025.
Rencana kunjungan Presiden disampaikan oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Kalbar Kombes Febrianto Guntur Sunoto saat meninjau langsung lahan jagung di Lanud Harry Hadisoemantri, Dusun Kandasan, Desa Bange, Kecamatan Sanggau Ledo, Bengkayang, Minggu, 18 Mei.
“Sinergi TNI AU dan Polri menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan. Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat,” kata Febrianto dikutip dari Antara.
Agenda panen raya ini juga rencananya akan dihadiri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang menandakan pentingnya peran strategis Kalimantan Barat dalam program nasional ketahanan pangan.
Selain memastikan kesiapan panen, tim dari Polda Kalbar juga mengunjungi pabrik pengolahan jagung yang akan menjadi pusat hilirisasi hasil panen. Pabrik ini diharapkan mampu mendongkrak nilai tambah dan memperkuat ekonomi petani lokal.
Tak hanya itu, pengecekan juga dilakukan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, yang akan dijadikan jalur ekspor jagung ke Malaysia pada 1–5 Juni 2025.
“Pos lintas batas ini menjadi gerbang penting bagi produk pertanian lokal untuk menembus pasar internasional,” ujar Febrianto.
Ia berharap gerakan tanam dan panen jagung serentak ini menjadi simbol kebangkitan ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Kalbar Disiapkan Jadi Sentra Jagung
Secara terpisah, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pipit Rismanto mengungkapkan kebanggaannya karena Kalbar dipilih sebagai lokasi panen raya jagung.
“Kalbar terpilih untuk melaksanakan panen raya. Namun, kita tidak bisa bergerak sendiri. Polri hanya berperan sebagai fasilitator,” kata Pipit.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan panen raya ini diharapkan menjadi motivasi bagi kelompok tani dan memperkuat eksistensi Kalimantan Barat sebagai sentra pertanian, tidak hanya untuk padi, tetapi juga jagung dan komoditas lain.
“Ini sangat membanggakan. Mudah-mudahan perkembangan ekonomi kita bagus, sehingga para investor tertarik masuk,” tambahnya.
BACA JUGA:
Sementara itu, Kepala PLBN Jagoi Babang Misdo Jerry Purba menyatakan optimisme terhadap kelancaran ekspor jagung melalui PLBN, berkat sinergi antarlembaga yang semakin erat.
“Kolaborasi ini akan memberi dampak positif bagi perekonomian lokal,” ujarnya.