JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani menyerukan penolakan terhadap gagasan relokasi warga Palestina dari wilayah Gaza dalam acara inagurasi pembukaan forum Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau forum Uni Parlemen negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di gedung Nusantara, gedung DPR/MPR.
Dalam acara yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto itu, Puan juga menyuarakan dukungan nyata bagi kemerdekaan dan martabat rakyat Palestina.
“Kita berkumpul hari ini di bawah bayang-bayang situasi yang menyedihkan di Gaza yang menyentuh nilai kemanusiaan kita,” ujar Puan, Rabu, 14 Mei.
Puan mengaku prihatin dengan kondisi kemanusiaan yang memburuk di Gaza, di mana masyarakat sipil menjadi korban perang, termasuk perempuan dan anak-anak yang mengalami kelaparan. Selain itu, rumah sakit dan sekolah pun tak luput dari kehancuran.
"Masyarakat sipil menjadi korban perang. Perempuan dan anak-anak mengalami kelaparan. Rumah sakit dan sekolah juga hancur," ucap Puan.
"Kita harus dapat membantu dengan berbagai cara dan pengaruh yang kita miliki, untuk dapat mengakhiri situasi yang tidak berperikemanusiaan di Gaza," tambahnya.
Menurut Puan, salah satu langkah nyata yang saat ini bisa dilakukan adalah menolak gagasan agar warga Palestina direalokasi dari Gaza. Puan menegaskan bahwa Gaza merupakan milik rakyat Palestina.
"Kita harus menolak gagasan merelokasi rakyat Palestina dari wilayah Gaza. Gaza adalah milik rakyat Palestina. Gaza harus dibangun kembali tidak hanya dengan gedung dan tembok namun juga dengan harga diri, keadilan, dan harapan," tegas Puan.
Puan juga mendorong parlemen negara-negara yanh tergabung dalam PUIC untuk meningkatkan advokasi internasional bagi pengakuan resmi negara Palestina. Ia menegaskan parlemen harus berperan membantu kemerdekaan Palestina.
"Parlemen harus mendorong lebih banyak negara di dunia untuk secara resmi mengakui negara Palestina," tutur Cucu Bung Karno itu.
Puan pun mengajak semua pihak untuk terus mendorong penyelesaian damai atas konflik berkepanjangan ini melalui two state solution atau solusi dua-negara. Menurutnya, perjanjian antar dua negara ini menjadi solusi tepat menyelesaikan konflik di Palestina.
“Kita juga harus mendorong penyelesaian konflik secara damai melalui Solusi Dua-Negara," ujar Puan.
BACA JUGA:
Forum PUIC ke-19 digelar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, sejak tanggal 12 Mei 2025 dan ditutup pada 15 Mei mendatang. Dalam rangkaian acara sejak 12 Mei, sudah ada beberapa sesi pertemuan yang telah dilakukan pada forum PUIC ke-19.
Sejumlah isu yang dibahas antara lain terkait Palestina dan Minoritas Muslim, Dialog Peradaban dan Agama, Ekonomi dan Lingkungan, serta isu Hak Asasi Manusia, Perempuan dan Keluarga.
Konferensi PUIC ke-19 dihadiri oleh delegasi parlemen 37 negara anggota OKI. Total ada sekitar 500 anggota delegasi yang hadir, termasuk dari negara-negara observer.
Perhelatan Konferensi PUIC di DPR sekaligus menandai keketuaan Indonesia pada forum parlemen negara OKI tersebut. Puan sudah resmi mengemban tugas sebagai Presiden PUIC ke-19 tahun 2025.