Bagikan:

YOGYAKARTA – Panas yang berlebihan merupakan masalah kesehatan yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celsius. Dalam medis, kondisi ini dikenal dengan hipertermia.

Peningkatan suhu tubuh karena hipertermia berbeda dengan demam. Saat demam, suhu tubuh meningkat karena hipotalamus (bagian otak yang mengatur suhu) menaikkan titik setel (set poin) suhu tubuh untuk melawan infeksi. Dengan demikian, demam adalah cara tubuh bereaksi terhadap infeksi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Sedangkan pada kasus hipertermia, peningkatan suhu terjadi karena hipotalamus gagal mengatur suhu tubuh. Agar lebih memahaminya, yuk simak penjelasan dalam artikel berikut ini.

Mengenal Panas yang Berlebihan

Dikutip dari Cleveland Clinic, panas yang berlebihan (hipertermia) adalah sebuah kondisi di mana suhu internal (inti) tubuh lebih tinggi dari normal. Adapun suhu tubuh yang normal berada di kisaran 36-37,5 derajat Celsius. Hyperthermia terjadi ketika tubuh tidak mampu beradaptasi dengan perubahan suhu lingkungan sekitar yang ekstrem.

Hipertermia termasuk masalah kesehatan yang serius dan dapat menyebabkan kematian bila tak segera ditangani, terutama bagi kelompok berisiko tinggi.

Jenis Panas yang Berlebihan

Terdapat beberapa jenis hipertermia dengan tingkat risiko bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Berikut jenis-jenis hipertermia yang perlu Anda ketahui:

  • Ruam panas (heat rash)

Ruam panas adalah kumpulan bintik-bintik kecil yang gatal di kulit Anda, yang muncul ketika keringat terperangkap di bawah permukaan kulit. Biasanya, ruam panas dapat diatasi di rumah dengan menjaga kulit tetap sejuk dan kering, serta menggunakan krim anti-gatal.

  • Kram panas (heat cramps atau exercise-associated muscle cramps)

Kram panas adalah kram otot yang terjadi di kaki, lengan, perut, atau bagian tubuh lainnya. Biasanya terjadi saat Anda melakukan aktivitas fisik di cuaca panas dan banyak berkeringat. Kram panas merupakan bentuk ringan dari penyakit akibat panas, dan suhu tubuh Anda biasanya normal atau sedikit meningkat. Namun, kram ini merupakan peringatan bahwa kondisi yang lebih serius bisa terjadi jika Anda tidak segera mendinginkan tubuh.

  • Kelelahan akibat panas (heat exhaustion)

Kelelahan akibat panas adalah bentuk sedang dari penyakit akibat panas yang dapat dengan cepat berkembang menjadi heat stroke jika tidak ditangani.

Kondisi ini terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak air dan/atau garam, biasanya saat Anda beraktivitas fisik di cuaca panas. Suhu tubuh inti Anda meningkat tetapi masih di bawah 104 derajat Fahrenheit (40 derajat Celsius). Gejalanya meliputi pusing, mual, muntah, dan sakit kepala.

  • Heat stroke (serangan panas)

Heat stroke adalah kondisi penyakit akibat panas yang mengancam jiwa. Ini terjadi ketika suhu tubuh inti Anda sangat tinggi — biasanya melebihi 40 derajat Celsius.

Gejalanya mencakup semua tanda kelelahan akibat panas, ditambah tanda-tanda gangguan fungsi otak (ensefalopati), seperti kebingungan, perubahan perilaku, dan bicara cadel.

Heat stroke dapat terjadi akibat aktivitas fisik di cuaca panas (exertional heat stroke) atau hanya karena terlalu lama berada di lingkungan panas (classic/non-exertional heat stroke).

Penyebab Panas yang Berlebihan

Panas yang berlebihan alias hipertermia umumnya disebabkan oleh paparan suhu tinggi yang berlebihan dari luar tubuh. Hal ini membuat tubuh tidak mampu menjaga suhu normalnya sehingga terjadi peningkatan suhu tubuh yang signifikan.

Selain itu, terdapat sejumlah faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkna hipertermia, antara lain:

  • Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang berat di siang hari.
  • Menggunakan pakaian yang terlalu tebal dan berwarna gelap ketika cuaca sedang panas.
  • Menderita penyakit tertentu yang membuat tubuh tidak mampu memproduksi keringat dengan optimal (anhidrosis), seperti cystic fibrosis.
  • Dehirasi. 
  • Gangguan elektrolit.
  • Obesitas. 

Cara Mencegah Panas yang Berlebihan

Dikutip dari AI-Care, sebagian besar kasus hipertermia dapat dicegah. Berikut beberapa cara mencegah hipertermia yang bisa Anda lakukan.

  • Hindari melakukan aktivitas fisik saat cuaca sedang panas dan lembab.
  • Konsumsi cairan isotonis atau air yang sedikit asin.
  • Berada pada area yang sejuk atau berventilasi baik selama gelombang panas.
  • Mengenakan pakaian yang ringan, longgar, dan berwarna cerah, terutama saat bepergian di tengah cuaca yang terik.

Demikian informasi tentang panas yang berlebihan alias hipertermia. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.  

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+