JAKARTA - Indonesia menyerukan India dan Pakistan untuk menahan diri dan mengedepankan dialog untuk menyelesaikan kriris, saat kedua negara bertetangga itu saling serang.
Krisis itu menyusul serangan ke Kashmir India yang menawaskan 26 orang wisatawan Hindu bulan lalu.
"Pemerintah Indonesia terus mengamati perkembangan situasi antara India dan Pakistan," cuit Kementerian Luar Negeri RI di media sosial X, Rabu 7 Mei.
"Indonesia mendorong kedua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan krisis," lanjut unggahan tersebut.
India menyerang Pakistan dan Kashmir Pakistan pada Hari Rabu, sementara Pakistan mengatakan telah menembak jatuh lima jet tempur India dalam pertempuran terburuk dalam lebih dari dua dekade antara kedua negara bersenjata nuklir tersebut, melansir Reuters.
India mengatakan telah menyerang sembilan lokasi "infrastruktur teroris" Pakistan, beberapa di antaranya terkait dengan serangan oleh militan Islam terhadap wisatawan Hindu.
Islamabad mengatakan enam lokasi Pakistan menjadi sasaran, dan tidak satu pun dari lokasi tersebut merupakan kamp militan. Setidaknya 26 warga sipil tewas dan 46 lainnya cedera, kata seorang juru bicara militer Pakistan.
Pasukan India menyerang markas besar kelompok militan Islam Jaish-e-Mohammed dan Lashkar-e-Taiba, kata seorang sumber pertahanan India kepada Reuters.
"India telah menunjukkan pengendalian diri yang cukup besar dalam pemilihan target dan metode eksekusi," kata Kementerian Pertahanan India dalam sebuah pernyataan.
Setelah serangan India, tentara India mengatakan dalam unggahan di X pada Hari Rabu: "Keadilan ditegakkan."
Pemerintah Indonesia terus mengamati perkembangan situasi antara India dan Pakistan. Indonesia mendorong kedua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan krisis.
— MoFA Indonesia (@Kemlu_RI) May 7, 2025
Di sisi lain, Pakistan mengatakan rudal India mengenai tiga lokasi, dengan seorang juru bicara militer mengatakan kepada Reuters lima pesawat India telah ditembak jatuh, klaim yang tidak dikonfirmasi oleh India.
Namun, empat sumber pemerintah daerah di Kashmir India mengatakan kepada Reuters, tiga jet tempur jatuh di wilayah terpisah di wilayah Himalaya pada malam hari.
Ketiga pilot telah dirawat di rumah sakit, sumber tersebut menambahkan. Pejabat Kementerian Pertahanan India tidak segera dapat dihubungi untuk mengonfirmasi laporan tersebut.
Gambar yang beredar di media lokal menunjukkan bongkahan logam berwarna perak berbentuk silinder besar yang rusak tergeletak di sebuah ladang di salah satu lokasi kecelakaan. Reuters tidak dapat segera memverifikasi keaslian gambar tersebut.
Islamabad menyebut serangan itu sebagai "tindakan perang yang mencolok" dan mengatakan telah memberi tahu Dewan Keamanan PBB bahwa Pakistan berhak untuk menanggapi agresi India dengan tepat.
"Semua keterlibatan ini telah dilakukan sebagai tindakan defensif," kata juru bicara militer Pakistan Ahmed Sharif Chaudhry.
"Pakistan tetap menjadi negara yang sangat bertanggung jawab. Namun, kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kehormatan, integritas dan kedaulatan Pakistan, dengan segala cara," tandasnya.
Kedua negara tetangga Asia Selatan itu juga saling tembak-menembak dan menembaki banyak orang di sebagian besar perbatasan de facto mereka di wilayah Kashmir, Himalaya, kata polisi dan saksi mata kepada Reuters.
BACA JUGA:
Penembakan yang dilakukan tentara Pakistan di perbatasan Kashmir menewaskan tujuh warga sipil dan melukai 35 orang di wilayah India, kata polisi di sana.
Saluran TV India menayangkan video ledakan, kebakaran, gumpalan asap tebal di langit malam, dan orang-orang yang mengungsi di beberapa tempat di Pakistan dan Kashmir Pakistan. Reuters tidak dapat memverifikasi rekaman tersebut secara independen
Diketahui, India yang mayoritas beragama Hindu dan Pakistan yang beragama Islam telah terlibat dalam dua dari tiga perang mereka sejak merdeka pada tahun 1947 atas Kashmir yang mayoritas penduduknya beragama Muslim, yang diklaim sepenuhnya oleh kedua belah pihak dan sebagian dikuasai.