Bagikan:

JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Rolliansyah Soemirat mengatakan, sejauh ini tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban ledakan di Teheran, namun Kemlu RI dan KBRI Teheran terus melakukan pemantauan.

Sedikitnya 14 orang tewas dan 700 lainnya luka-luka saat ledakan mengguncang Shahid Rajaee, salah satu pelabuhan di Banda Abbas, Iran pada Jumat 26 April, yang diduga berasal dari bahan kimia di tank gas.

"KBRI Tehran melaporkan hingga saat ini tidak ada laporan WNI menjadi korban ledakan tersebut," kata Jubir Kemlu dalam keterangan tertulis kementerian, Minggu 27 April.

Lebih jauh diplomat yang akrab disapa Roy tersebut menerangkan, saat ini terdapat 385 WNI di Iran. Sebagian besar mahasiswa tinggal di Qom dan banyak WNI lainnya tinggal di Tehran, Ibu Kota Iran.

"Tidak ada WNI tinggal di Bandar Abbas," jelasnya.

Jubir Kemlu menerangkan, Bandar Abbas merupakan daerah pelabuhan penting di Iran yang berbatasan dengan Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Tahun lalu, terdapat 2 WNI yang menjadi ABK di Bandar Abbas, namun keduanya sudah kembali ke Indonesia," ungkap Roy.

Ditambahkan olehnya, KBRI Tehran telah berkoordinasi dengan Otoritas di Iran dan komunitas WNI di berbagai wilayah di Iran untuk memastikan keselamatan mereka.

"Kemlu dan KBRI Tehran akan terus memantau kondisi WNI di Iran secara berkala," katanya.

" Bagi WNI yag membutuhkan bantuan dapat menghubungi Hotline KBRI Tehran melalui nomor +989024668889," pungkasnya.