Bagikan:

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dipastikan tidak akan hadir dalam prosesi pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan, Sabtu, 26 April 2025 mendatang.

Ketidakhadiran kepala negara ini memunculkan sorotan, terutama karena pemimpin-pemimpin dunia lainnya telah menyatakan komitmen untuk hadir langsung dalam upacara penghormatan terakhir bagi pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut.

Juru Bicara Presiden, Prasetyo Had, menyampaikan bahwa Presiden kemungkinan besar akan mengutus perwakilan untuk menggantikannya. Namun, siapa yang akan menjadi utusan resmi Indonesia dalam acara yang bersifat global dan simbolis itu belum ditentukan.

"Karena beberapa alasan tertentu, Bapak Presiden tampaknya tidak bisa datang secara langsung. Namun, beliau berencana untuk mengutus perwakilan," ujar Prasetyo saat ditemui di Jakarta, Rabu, 23 April.

Tak dijelaskannya alasan ketidakhadiran Presiden Prabowo dalam peristiwa penting ini dinilai bisa menimbulkan spekulasi dan mempertanyakan sensitivitas serta posisi diplomatik Indonesia dalam urusan antaragama dan hubungan internasional.

Sementara itu, pemimpin negara-negara besar seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen telah mengonfirmasi kehadirannya di Lapangan Santo Petrus, tempat misa pemakaman Paus Fransiskus akan digelar.

Paus Fransiskus, yang wafat pada usia 88 tahun, dikenal sebagai tokoh reformis dan jembatan dialog lintas agama. Absennya Presiden Indonesia dalam pemakaman ini dapat dibaca sebagai tanda lemahnya diplomasi spiritual atau kurangnya penghargaan atas tokoh lintas iman yang telah berjasa besar dalam mempromosikan perdamaian dunia.

Sebagai informasi, misa pemakaman akan dipimpin oleh Kardinal Giovanni Battista Re dan dihadiri oleh berbagai tokoh gereja serta pemimpin negara dari lima benua.

Jenazah Paus kemudian akan dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore sesuai permintaan terakhirnya, menandai awal masa berkabung sembilan hari yang disebut Novemdiales.