JAKARTA - Militer Amerika Swerikat akan mengerahkan pesawat nirawak pengintai besar di Prefektur Okinawa, Jepang selatan, untuk waktu yang tidak terbatas guna meningkatkan pengawasan dan pengumpulan informasi, kata Kementerian Pertahanan Jepang pada Hari Selasa, meskipun langkah tersebut telah memicu keberatan dari warga setempat.
Pesawat MQ-4C Triton diperkirakan akan mulai beroperasi dari Pangkalan Udara Kadena "dalam beberapa minggu," kata Menteri Pertahanan Jenderal Nakatani dalam konferensi pers di Tokyo, dikutip dari Kyodo News 9 April.
Triton adalah pesawat nirawak dengan daya tahan lama dengan lebar sayap sekitar 40 meter yang dirancang untuk terbang di ketinggian yang lebih tinggi, mencakup wilayah yang lebih luas daripada pesawat nirawak MQ-9 Reaper yang lebih kecil yang telah ditempatkan di pangkalan udara yang sama sejak 2023.
Tahun lalu, militer AS secara tentatif mengerahkan dua Triton di pangkalan Kadena selama sekitar lima bulan sejak Mei.
Okinawa merupakan bagian dari rangkaian pulau yang membentang ke barat daya dari Kyushu ke arah Taiwan, menghadap Laut Cina Timur, tempat aktivitas militer China meningkat.
Setelah mendapat informasi tentang pengerahan tersebut dari Kementerian Pertahanan, Pemerintah Prefektur Okinawa menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut karena dapat meningkatkan beban pengelolaan pangkalan bagi masyarakat setempat.
BACA JUGA:
Sebelumnya, prefektur tersebut telah menjadi 'rumah' bagi sebagian besar instalasi militer Negeri Paman Sam di Jepang.
"Kami sangat menuntut agar rencana pengerahan tersebut dipertimbangkan kembali dan agar beban kami dikurangi secara nyata," kata Gubernur Okinawa Denny Tamaki dalam sebuah pernyataan.
Menhan Nakatani mengatakan dalam konferensi pers, ia memperkirakan kebisingan akan "terbatas," dengan alasan bahwa hampir tidak ada keluhan yang dilaporkan selama pengerahan sementara Triton tahun lalu dan bahwa pesawat tersebut, seperti pesawat nirawak RQ-4 Global Hawk yang sudah beroperasi di Jepang, tidak perlu lepas landas dan mendarat sesering mungkin mengingat kemampuan jarak jauhnya.