JAKARTA - Kasus kematian mahasiswa Fisipol Universitas Kristen Indonesia (UKI) bernama Kenzha Walewangko (22) menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan. Terlebih, Kenzha meregang nyawa di area kampusnya sendiri.
Kematian Kenzha mendapat perhatian khusus bagi sejumlah mahasiswa aktif maupun alumni UKI lainnya.
Bahkan, dukungan untuk mengungkap kasus ini segera diusut tuntas pihak Kepolisian juga datang dari Ikatan Alumni (IKA) Universitas Kristen Indonesia (UKI) angkatan tahun 1970-an.
"Kita prihatin lah bisa terjadi seperti ini. Kita berharap, ekspektasi kita ini diusut tuntas saja. Kita utamakan hukum. Dan ini sudah ditangani oleh Polres Jaktim," kata Pembina IKA UKI, Maju Daryanto kepada VOI di tempat kejadian perkara (TKP), Senin, 10 Maret, sore.
Maju Daryanto mengatakan, selama dirinya kuliah di UKI, belum pernah ada kejadian mahasiswa tewas di dalam kampus. Baginya, ini merupakan kejadian yang luar biasa karena bisa terjadi di dalam area kampus.
"Kita harapkan yang menjawab itu Visum Et Repertum (korban). Itu resmi, selesai itu," katanya.
BACA JUGA:
Maju yang juga pernah aktif di organisasi Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon II Universitas Kristen Indonesia (UKI) itu berharap agar Polres Metro Jakarta Timur mengungkap kasus kematian Kenzha Walewangko secara terbuka.
Sementara, Wakil Ketua Alumni Menwa Batalyon II UKI, Ronald Manulang mengatakan hal senada. Menurutnya, selama dirinya menjadi mahasiswa UKI, belum pernah ada kasus kematian mahasiswa di dalam kampus seperti ini.
"Menwa UKI minta kasus diungkap secara terbuka," ujar Ronald di lokasi.
Sebelumnya diberitakan, Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI), Dhaniswara K. Harjono akhirnya buka suara terkait kematian mahasiswa Fakultas Fisipol bernama Kenzha Walewangko (22) pada Jumat, 7 Maret.
"Kita ketahui bersama bahwa baru tiga hari yang lalu UKI berduka karena salah satu mahasiswanya dari Prodi ilmu politik, meninggal dunia. Dan pada saat itu saya posisi sudah di rumah. Saya masih ingat jam 20.58 WIB, saya ditelepon oleh kepala otorita kampus dan dikatakan bahwa ada mahasiswa meninggal dunia," kata Dhaniswara kepada wartawan.
Kemudian pihak rektor memerintahkan untuk melaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur.