TANGERANG – Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan di Pabrik MinyaKita milik PT Tunas Agro Indolestari yang berlokasi di Sepatan, Kabupaten Tangerang. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan dugaan pengurangan takaran pada produk minyak goreng MinyaKita yang diproduksi di tempat tersebut.
Kepala Pabrik PT Tunas Agro Indolestari, Julianto, membenarkan bahwa penyidik dari Bareskrim Polri mendatangi pabriknya pada Minggu, 9 Maret. Kedatangan pihak kepolisian bertujuan untuk memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan informasi terkait dugaan pengurangan takaran.
“Kalau kemarin memang benar ada yang ke sini. Sudah diperiksa, dan kami sudah memberikan penjelasan,” ujar Julianto saat ditemui di kantornya, Senin, 10 Maret.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, polisi juga mengambil beberapa sampel produk MinyaKita dari pabrik tersebut. Langkah ini diambil guna mendalami kebenaran mengenai dugaan pengurangan takaran minyak goreng yang diproduksi.
“Kemarin mereka mengambil sampel, tapi hasilnya belum keluar,” tambah Julianto.
BACA JUGA:
Julianto memastikan bahwa tidak ada barang yang disita oleh penyidik Bareskrim Polri selama pemeriksaan berlangsung. Menurutnya, pihak kepolisian hanya melakukan klarifikasi terkait apakah benar terjadi pengurangan takaran pada produk minyak goreng MinyaKita yang diproduksi oleh pabriknya.
“Tidak ada yang disita, karena kami sudah sesuai dengan prosedur. Mereka hanya melakukan klarifikasi untuk memastikan apakah benar ada pengurangan takaran atau tidak,” jelasnya.
Polisi Selidiki Dugaan Pengurangan Takaran
Penyelidikan dugaan pengurangan takaran minyak goreng MinyaKita tidak hanya dilakukan terhadap PT Tunas Agro Indolestari. Bareskrim Polri juga mendalami dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh dua produsen lainnya, yaitu:
PT Artha Eka Global Asia di Depok, Jawa Barat, yang memproduksi MinyaKita dalam kemasan botol ukuran 1 liter.
Koperasi Produsen UMKM Kelompok Terpadu Nusantara di Kudus, Jawa Tengah, yang juga memproduksi MinyaKita dalam kemasan botol ukuran 1 liter.
Proses penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap kebenaran dari dugaan pengurangan takaran minyak goreng MinyaKita yang dilaporkan oleh sejumlah pihak. Hasil pemeriksaan dan uji sampel akan menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pihak berwenang.