Lalu mengungkapkan, sebanyak 114 sekolah di wilayah Bekasi dilaporkan rusak. Kerusakan itu merata, baik PAUD, SD, SMP, SMA, dan SLB.
Akibat kerusakan gedung sekolah, kata Lalu, para siswa harus diliburkan. Apalagi para siswa juga menjadi korban banjir, karena rumah mereka terendam air bah. Peralatan sekolah, baik buku, alat tulis, dan seragam sekolah hanyut dibawa banjir.
Oleh karena itu, Lalu mengatakan, kerusakan sekolah tersebut harus menjadi perhatian serius dari semua pihak, baik pemerintah daerah, provinsi, dan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Jadi, sekolah rusak karena banjir, rumah para siswa juga terendam banjir. Komplit sudah penderitaan para siswa. Semua pihak harus turun tangan," ujar Lalu, Senin, 10 Maret.
Disisi lain, Lalu Ari mengapresiasi langkah cepat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti yang turun langsung meninjau kondisi sekolah yang terdampak banjir dan memberikan bantuan kepada para siswa. Dia pun meminta agar perbaikan gedung sekolah yang rusak segera dilakukan.
"Sudah harus ada data yang jelas, misalnya seberapa parah kerusakan gedung sekolah dan kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan," tegas DPW PKB NTB itu.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa sendirian dalam melakukan perbaikan. Untuk itu, Pemerintah pusat juga harus turun tangan membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
"Perbaikan sekolah harus dilakukan secara cepat agar para siswa bisa kembali belajar. Untuk itu, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi memperbaiki sekolah yang rusak, supaya para siswa bisa segera masuk belajar," tegasnya.
Jika nanti perbaikan gedung rusak tidak bisa selesai dengan cepat, tambah Lalu Ari, pemerintah harus menyiapkan tempat alternatif untuk belajar. Sehingga proses belajar mengajar tetap bisa berjalan.
BACA JUGA:
"Nanti kami juga akan memanggil Mendikdasmen untuk membahas sekolah rusak dan bagaimana langkah perbaikannya nanti," pungkasnya.