Bagikan:

YOGYAKARTA - Bagaimana jika jiwa yang terluka dapat disembuhkan layaknya benda pecah belah? Di Jepang, melalui filosofi kintsugi hal tersebut tampak mungkin dilakukan.

Namun kintsugi bukan sekadar tentang memperbaiki benda, tetapi juga tentang merayakan sejarah, menerima luka, dan menghargai proses pemulihan. Penasaran? Berikut pembahasannya.

Apa itu Filosofi Kintsugi?

Dilansir dari laman azumiuchitani, "Kintsugi" secara harfiah berarti menjahit dengan emas dalam bahasa Jepang. Ini adalah bentuk seni Jepang untuk memperbaiki porselen pecah dengan pernis (URUSHI), ditaburi emas, atau perak.

Metode perbaikan tembikar pecah dengan pernis ini telah ditelusuri kembali ke zaman prasejarah pada tembikar prasejarah kuno. Namun, sekitar abad ke-16, Kintsugi mulai dikenal sebagai bentuk seni seiring dengan penyebaran filosofi Upacara Teh, Wabi Sabi.

Salah satu dari 4 prinsip upacara teh adalah "Hormat". Menghormati dan menghargai apa yang kita gunakan, dan apa yang kita temui. Wabi Sabi adalah merasakan keindahan pada apa adanya pada saat ini.

Bagian yang pecah benar-benar diterima dan dihargai sebagai sejarah objek, sebagai bentuk seni, daripada disamarkan dengan perbaikan yang sempurna. Dengan Kintsugi, benda pecah diubah menjadi karya seni yang unik.

Kintsugi Jepang bukan hanya sekadar memperbaiki benda pecah dengan emas, tetapi memiliki makna dan ajaran yang lebih mendalam tentang sikap kita terhadap kehidupan.

Baca juga artikel yang membahas Kebiasaan Orang Jepang sebelum Tidur yang Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup

Seni Penyembuhan - Mengatasi Trauma Masa Lalu

Dengan pola pikir Kintsugi, ketika sesuatu rusak, Anda tidak menganalisis bagaimana kerusakannya terjadi, dan Anda melihat sesuatu yang rusak tanpa penghakiman. Sebaliknya, Anda menerima hal-hal apa adanya.

Melalui Kintsugi, Anda melihat peluang yang bersinar untuk menciptakan kembali objek ini, dengan emas. Sejarah kerusakannya akan bersinar seolah merayakan bahwa ia masih ada, bahkan lebih indah.

Seni Kintsugi adalah penyembuhan pikiran dari peristiwa buruk masa lalu dan mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih besar.

Bagian yang rusak tidak akan pernah dihilangkan atau disamarkan, ia tetap sebagai bekas luka tetapi sebagai desain unik yang indah yang hanya ada satu di dunia.

Ketika Anda bisa merangkul semua apa adanya tanpa penghakiman (dengan hati yang damai) maka itulah penyembuhan. Anda menyembuhkan diri dan batin, maka dunia luar pun akan ikut sembuh.

Pada umumnya, manusia cenderung menyembunyikan kekurangan, luka, dan bagian yang rusak, karena diprogram untuk mendefinisikan hal tersebut dengan hal negatif.

Tetapi begitu manusia dengan berani menerima fakta dan merangkulnya apa adanya (tanpa menambahkan penghakiman dan kritik) rasa sakit lama akan menjadi bentuk seni unik yang bersinar yang akan mulai kita hargai.

Diharapkan rasa sakit akan berubah menjadi cinta dan kita juga akan menjadi lebih berbelas kasih kepada orang lain. Ini adalah proses transformasi pribadi dan teknik untuk mengatasi trauma pribadi.

Manusia sering mendorong rasa sakit emosional menjauh, atau berpura-pura rasa sakit itu tidak ada dan kita terus hidup. Tetapi bertahun-tahun kemudian, rasa sakit ini muncul ke permukaan secara tak terduga dalam bentuk yang berbeda. Fenomena ini biasa disebut Inner Child.

Jika Anda memiliki trauma, maka inilah saatnya untuk menghadapinya, lihatlah bahwa rasa sakit itu ada seperti cangkir yang pecah. Rangkullah emosi ini dengan lembut, seperti menempelkan pecahan yang rusak ke badan utama, dan bawa fragmen menyakitkan untuk bersatu dengan diri.

Bayangkan merekatkannya dan menaburinya dengan emas yang indah. Anda sekarang bersatu dengan tambalan emas itu.

Kemudian, Anda akan melihat diri mengalami peristiwa ini di masa lalu, tetapi Anda bersatu dengannya, itu adalah bagian dari Anda. Membuat Anda lebih unik, Membuat Anda lebih indah.

Selain filosofi kintsugi, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya! 

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+