JAKARTA - Raja Yordania Abdullah mengatakan kepada Presiden sementara Suriah Ahmed al-Sharaa, dirinya mengutuk serangan Israel terhadap Suriah.
Kedua negara bertetangga itu sepakat koordinasi sangat penting untuk keamanan perbatasan dan membatasi penyelundupan senjata dan narkoba yang merajalela yang sulit diatasi Yordania di sepanjang perbatasannya selama pemerintahan mantan Presiden Suriah Bashar Assad.
Israel meluncurkan serangan udara pada Selasa (25/2) malam ke beberapa wilayah pinggiran Damascus dan provinsi Daara di Suriah Selatan.
Sejumlah pesawat tempur Israel menargetkan area Al-Kiswah di Damaskus Selatan dan Izraa di Daara dengan setidaknya sebanyak empat serangan udara, menurut koresponden Anadolu.
Salah satu serangan dilaporkan mengenai depot di Al-Kiswah, yang menyebabkan kebakaran di lokasi.
Kepala pertahanan Israel, Israel Katz mengkonfirmasi serangan tersebut seraya memperingatkan bahwa "upaya apapun oleh pasukan rezim Suriah dan organisasi teroris negara itu untuk membangun diri kembali di wilayah selatan Suriah akan mendapatkan balasan."
Katz mengatakan, "Angkatan Udara saat ini menyerang Suriah selatan sebagai bagian dari kebijakan baru kami untuk membersihkan wilayah tersebut dari senjata. Pesannya jelas: kami tidak akan membiarkan Suriah selatan menjadi Lebanon selatan."
BACA JUGA:
"Kami tidak akan membahayakan keamanan warga negara kami," tambahnya.
Militer Israel mengatakan target mereka "termasuk pusat komando dan berbagai tempat penyimpanan senjata," menurut sebuah pernyataan pada Selasa.
Militer mengklaim bahwa keberadaan peralatan dan aset militer di Suriah selatan “menimbulkan ancaman bagi warga Israel,” dan bersumpah “akan beroperasi untuk menyingkirkan ancaman apa pun.”