JAKARTA - Kapal TB Ansanus mengalami kecelakaan akibat hantaman ombak dan gelombang tinggi di sekitar perairan outfall blok 3 PLTGU Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kapal sempat terombang ambing hingga akhirnya terbalik di perairan tersebut. Kemudian, satu orang anak buah kapal (ABK) bernama Sugeng Riyadi (63) pun terlempar dan hilang diduga tenggelam.
Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan kembali melakukan upaya pencarian terhadap satu anak buah kapal TB Ansanus.
Pada Sabtu, 8 Februari, pencarian korban dilakukan oleh Tim SAR gabungan dengan mengerahkan perahu karet dan RIB Jakarta di sekitar lokasi kejadian.
"Pencarian hingga radius 1,8 Nautica Miles," Kasie Operasi Kantor SAR Jakarta, Akhmad Rizkiansah, Minggu, 9 Februari.
Penggunaan aqua eye juga dilakukan untuk menyisir obyek yang dicurigai di bawah permukaan air.
Drone Thermal juga dikerahkan untuk melakukan penyisiran dari udara untuk memetakan area pencarian terhadap korban.
"Kami akan maksimalkan upaya pencarian terhadap korban dengan mengerahkan alat utama serta personel dari tim SAR gabungan dengan harapan korban bisa segera kita temukan," katanya.
BACA JUGA:
Sementara puluhan personel SAR gabungan yang dikerahkan dalam upaya pencarian terhadap korban terdiri dari Kantor SAR Jakarta, PLTUG Tanjung Priok, Polairud Polda Metro Jaya, KSOP Tg.Priok, Agen Kapal TB Ansanus, BPBD Jakarta Utara dan lainnya.
"Upaya pencarian tim SAR gabungan pada hari ini terkendala oleh angin kencang dan gelombang yang cukup tinggi antara satu hingga dua meter," ujarnya.
Hingga informasi ini disampaikan pada siang ini, tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap korban.