JAKARTA - Para pemimpin Uni Eropa berkumpul pada Senin guna membahas cara meningkatkan pertahanan benua itu terhadap Rusia dan cara menangani Presiden AS Donald Trump setelah keputusannya mengenakan tarif pada barang-barang dari Kanada, Meksiko, dan China.
Di istana kerajaan yang menjadi pusat konferensi di Brussels, para pemimpin 27 negara UE juga akan santap siang bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dan makan malam bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Antonio Costa, presiden Dewan Eropa yang terdiri dari para pemimpin UE, menyebut pertemuan satu hari itu sebagai “retret” yang ditujukan untuk kebijakan pertahanan dibandingkan pertemuan puncak formal, yang bertujuan untuk diskusi terbuka tanpa deklarasi atau keputusan resmi.
Sesi pertama berfokus pada geopolitik dan hubungan dengan Amerika Serikat, yang berarti kebijakan tarif Trump pada akhir pekan pasti akan terjadi – terutama karena para pejabat UE khawatir mereka akan segera menghadapi tindakan serupa.
Trump, yang memulai masa jabatan keduanya sebagai presiden pada 20 Januari, juga akan menjadi faktor utama dalam pembicaraan mengenai pertahanan, karena ia menuntut negara-negara Eropa mengeluarkan lebih banyak dana untuk pertahanan mereka sendiri dan tidak terlalu bergantung pada Amerika Serikat melalui NATO.
Seruan Trump kepada anggota UE Denmark untuk menyerahkan Greenland ke Amerika Serikat – dan penolakannya untuk mengesampingkan tindakan militer atau tekanan ekonomi untuk memaksa Kopenhagen – juga menambah ketegangan pada hubungan trans-Atlantik.
BACA JUGA:
Para pemimpin UE diperkirakan akan membahas kemampuan militer apa yang mereka butuhkan di tahun-tahun mendatang, bagaimana pendanaannya dan memperkuat kerja sama negara-negara Eropa.
“Eropa perlu memikul tanggung jawab yang lebih besar atas pertahanannya sendiri,” kata Costa dalam suratnya kepada para pemimpin dilansir Reuters, Senin, 3 Februari.
“Negara ini perlu menjadi lebih tangguh, lebih efisien, lebih otonom, dan menjadi aktor keamanan dan pertahanan yang lebih andal,” tegasnya.