Bagikan:

TANGERANG - Polisi mengungkapkan motif Imam Akbar melakukan perampokan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). Pelaku merampok karena terlilit pinjaman online (pinjol).

“Motifnya karena terlilit pinjaman online,” kata Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Ingkiwirang kepada wartawan Sabtu, 19 Januari.

Victor menjelaskan saat pekaku ditangkap dan barang bukti Rp18 juta. Dia menyebut uang hasil perampokan yang sejatinya Rp60 juta, tinggal Rp18 juta karena untuk membayar utang pinjol dan kehidupan sehari-hari.

“Sisa uang curian yang kita temukan Rp18 juta,”ujarnya.

Di sisi lain, ia juga menuturkan pelaku perampokan, Imam Akbar SPBU Shell Bintaro, ini, ternyata mantan pekerjanya yang menjabat sebagai Chief Manajer 2016-2021.

“Tersangka ini telah mengamati lokasi dan mengetahui jadwal karyawan yang bekerja pada saat kejadian,” kata Victor.

Saat beraksi, dia melakukannya hanya seorang diri dengan bermodalkan benda menyerupai pistol, yang ternyata hanya korek api.

Pelaku, kata Victor, sebelum beraksi terlebih dahulu melakukan pengamatan untuk mengetahui jadwal kerja para karyawan.

"Jadi pelaku ini melakukan survey terlebih dahulu ke SPBU itu selama sepekan tepatnya 23 Desember 2024. Untuk mengetahui jadwal karyawan yang akan bekerja pada malam tahun baru," jelasnya.

Setelah menunggu waktu yang tepat, dia beraksi hingga akhirnnya merampok Rp60 juta di SPBU Shell. Tak hanya itu, dia juga merampas handpone milik pegawai yang melihat aksinya.

Beruntung aksinya terungkap hingga akhirnya Imam Akbar dapat ditangkap pihak kepolisian pada Kamis 9 Januari, lalu.

“Kami mengamankan pelaku atau tersangka berinisial Imam Akbar di daerah Bintaro saat yang bersangkutan pulang kerja,” ujarnya

Atas perbuatannya, Imam disangkakan Pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan.