Bagikan:

HALMAHERA BARAT – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat menanggapi kenaikan status aktivitas Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dari level III Siaga menjadi level IV Awas pada Rabu 15 Januari.

Pada Kamis kemarin, tim BNPB yang dipimpin Deputi Bidang Sistem dan Strategi, Raditya Jati, tiba di Kabupaten Halmahera Barat untuk memastikan penanganan darurat pascaerupsi berjalan dengan baik.

“Kami diperintahkan Kepala BNPB untuk memastikan masyarakat dalam kondisi aman,” ujar Raditya.

BNPB turut melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat, guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.

“Kami mendukung pemerintah daerah, dan pemerintah pusat siap membantu melengkapi kebutuhan yang masih kurang,” tambah Raditya.

Dalam kunjungannya, Raditya berdialog dengan BPBD Provinsi Maluku Utara, Bupati Halmahera Barat, Sekretaris Daerah, BPBD Kabupaten Halmahera Barat, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. Mereka membahas langkah-langkah awal penanganan pascaerupsi, termasuk memastikan pengungsian layak bagi masyarakat.

Tim BNPB juga meninjau Pos Pengamatan Gunung Api Ibu untuk mengetahui kondisi terkini dari tim PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi).

“Kami terus berkoordinasi dengan pos pengamatan. Masyarakat diimbau tidak panik dan hanya mengikuti informasi resmi dari PVMBG serta pemerintah,” kata Raditya di pos pengamatan.

Tim BNPB kemudian mengunjungi pos pengungsian di Gereja Tongotesungi, Desa Akesibu, Kecamatan Ibu, di mana 182 warga telah mengungsi. Warga melaporkan bahwa fasilitas pengungsian cukup memadai, dengan kebutuhan pangan dan layanan kesehatan tersedia.

Gunung Ibu terus menunjukkan aktivitas erupsi dengan ketinggian kolom abu bervariasi antara 400 hingga 1.500 meter di atas kawah. Letusan tertinggi tercatat pada pukul 15.44 WIT dengan kolom abu setinggi 1.500 meter berwarna kelabu pekat yang mengarah ke barat. Aktivitas ini terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 98 detik.

Mengingat tingginya aktivitas vulkanik, pemerintah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari kawah, serta menghindari area hingga 6 km ke arah bukaan kawah bagian utara.

Masyarakat diminta mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Langkah-langkah tanggap darurat ini diharapkan dapat memastikan keselamatan warga di sekitar Gunung Ibu dan meminimalkan risiko bencana lebih lanjut.