Bagikan:

JAKARTA - Seorang jenderal bintang dua Korea Selatan menuai kecaman setelah kedapatan bermain gim saat penyelidikan pengumuman darurat militer di parlemen pada Hari Selasa.

Mayor Jenderal Angkatan Udara Choi asyik bermain gim di telepon pintarnya selama sekitar lima menit sekitar pukul 7:40 malam menurut rekaman siaran, di sela-sela mengikuti pertemuan darurat Komite Pertahanan Nasional Majelis Nasional Korea Selatan.

Dikutip dari The Korea Times 11 Desember, Mayjen Choi mengenakan seragam tempur. Ia terlihat duduk dengan sepatu lapangan yang dicopot, salah satu kakinya dinaikkan dan menumpu ke kaki lainnya, dengan sepenuhnya fokus pada telepon selulernya.

Insiden itu terjadi selama istirahat, tanpa ada seorang pun di dekatnya yang memperhatikan. Tampaknya Choi tidak menyadari kamera terus merekam sesi tersebut, bahkan selama istirahat.

Choi berhenti bermain setelah seseorang memberi tahu dia tentang siaran langsung.

Ketika pertemuan dilanjutkan pada pukul 9 malam, para anggota parlemen memperhatikan tindakan Choi. Anggota DPR Ahn Gyu-baek dari partai oposisi Partai Demokratik Korea, mantan ketua Komite Pertahanan Nasional, mengkritik tajam Choi, dengan mengatakan, "Negara ini kacau dengan darurat militer pertama dalam 45 tahun. Apakah Anda waras?"

Pernyataan keras Ahn menggarisbawahi beratnya sidang, yang berupaya menyelidiki sepenuhnya situasi darurat militer.

Lebih dari 50 perwira militer berpangkat tinggi, termasuk perwakilan dari Kementerian Pertahanan Nasional dan Kepala Staf Gabungan, hadir dalam pertemuan tersebut.

"Kami akan menyelidiki masalah ini secara menyeluruh dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab," kata Wakil Menteri Pertahanan Nasional Kim Sun-ho.

Mayjen Choi sendiri tidak tidak terlibat langsung dalam pengumuman darurat militer pekan lalu. Kendati demikian, tindakannya menuai beragam komentar, lanatran posisinya sebagai direktur intelijen asing di Badan Intelijen Pertahanan, yang mengkhususkan diri dalam operasi Angkatan Udara.

Sejumlah pihak menilai tindakan Choi selama istirahat sidang bersifat pribadi dan tidak terkait penyelidikan.

Sementara yang lain memandang perilaku tersebut sebagai lambang buruknya disiplin di antara para pemimpin militer senior.