Bagikan:

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut pelantikan dirinya sebagai menteri agraria dan tata ruang/kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) oleh Presiden Joko Widodo merupakan momentum bersejarah kembalinya partai tersebut ke pemerintahan.

Putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut menambahkan bahwa dengan bergabungnya partai berlambang bintang mercy itu ke pemerintahan, maka perjuangan Partai Demokrat bisa semakin terwujud.

"Banyak yang mungkin belum menyadari, Demokrat selama sembilan tahun empat bulan berada di luar pemerintahan. Ini sebuah momentum bersejarah karena alhamdulillah apa yang kami perjuangan selama ini bisa lebih direalisasikan jika Demokrat bergabung di pemerintahan," kata AHY usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, dilansir ANTARA, Rabu, 21 Februari.

Dengan secara langsung menjadi bagian dari pemerintahan, lanjutnya, Partai demokrat akan lebih dapat berkontribusi melalui pengambilan kebijakan yang berdampak terhadap masyarakat.

"Karena kan kebijakan itu di tangan eksekutif, walaupun perjuangan di parlemen juga sangat penting," tambahnya.

AHY mengaku tidak terbebani dengan masuknya dirinya dalam kabinet pemerintahan Presiden Jokowi, meskipun mengatakan akan perlu adaptasi.

Dia pun menegaskan Partai Demokrat akan mengawal sisa pemerintahan Presiden Jokowi, khususnya dalam menyelesaikan pekerjaan dan target-target di bidang agraria dan tata ruang, serta menuntaskan berbagai isu pertanahan.

"Yang jelas, kalau ditanya, keluarga besar Demokrat sangat senang karena bagaimana pun memang tujuan utama dari politik, termasuk partai politik, adalah bisa berkontribusi seluas-luasnya melalui jalur pemerintahan, eksekutif, maupun legislatif," tuturnya.

Presiden Jokowi melantik AHY sebagai menteri ATR/kepala BPN untuk menggantikan Hadi Tjahjanto, yang secara bersamaan juga dilantik sebagai menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan.

Jokowi mengatakan tidak ragu memberikan posisi menteri ATR/kepala BPN kepada AHY, dengan mempertimbangkan kiprahnya di bidang politik dan menyoroti pendidikan AHY di akademi militer maupun non-militer.

Pelantikan AHY dan Hadi dilakukan secara bersamaan sesuai Keputusan Presiden Nomor 34 P Tahun 2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024, yang ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 20 Februari 2024.