Tak Cuma Virus PMK, Pemprov DKI Antisipasi Penyakit LSD Hewan Kurban
Ilustrasi kurban menyambut Iduladha. (Antaranews)

Bagikan:

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta terus memantau distribusi hewan kurban yang masuk Jakarta jelang Hari Raya Iduladha 2023.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, pihaknya aktif memeriksa kesehatan hewan kurban termasuk pemberian rekomendasi pemasokan hewan.

"Memang sampai dengan hari Rabu minggu yang lalu memang sudah ada kurang lebih 78 pemasok hewan kurban. Sudah meminta rekomendasi izin dari kita," katanya saat dihubungi, Senin, 5 Juni.

Sejak tahun lalu, hewan-hewan ternak di Indonesia dihadapkan pada penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Pemerintah pun telah melakukan intervensi penanganan penyakit ini.

Selain PMK, penyakit lain yang diantisipasi jelang Iduladha 144 Hijriah adalah lumpy skin disease alias LSD. LSD adalah penyakit pada sapi dan kerbau yang disebabkan oleh virus pox.

Sejak adanya informasi terkait kejadian penyakit LSD di beberapa provinsi terutama di Jawa Tengah, Dinas KPKP melaksanakan upaya pencegahan dan pengendalian dengan vaksinasi LSD terhadap kantong-kantong peternakan sapi di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

"Kami juga melakukan sosialisasi tentang penyakit LSD pada bulan Februari 2023 dan sosialisasi vaksinasi LSD kepada para petugas kesehatan hewan serta para peternak di DKI Jakarta dengan mengundang akademisi serta ketua Ikatan Dokter Hewan Sapi Indonesia (IDHSI) sebagai narasumber," ujarnya.

Selain itu, Dinas KPKP juga berkoordinasi dengan dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan dan pejabat otoritas veteriner dari daerah-daerah pemasok ternak ke DKI Jakarta yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, DIY, Lampung, Bali, NTT, dan NTB terkait antisipasi penyakit LSD maupun PMK.

"Sesungguhnya PMK dan LCD bukan merupakan penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Tapi tentu saja ini membuat kerugian ekonomi kepada si peternak dan bisa jadi menjadi tidak sah hewan kurban karena tidak sesuai syariat islam," ungkap dia.

Suharini melanjutkan, setiap hewan ternak yang masuk Jakarta harus melewati proses karantina, sebelum dijual ke masyarakat. Hal ini dilakukan untuk melihat potensi penyakit yang dibawa oleh hewan.

Sejauh ini, lanjut Suharini, belum ditemukan hewan kurban yang masuk Jakarta dengan mengidap kedua penyakit tersebut.

"Sampai sekarang ini tidak ada (penyakit yang ditemukan). Semoga tidak ada terjadi. Jadi kita ketatkan dan kita melakukan rapat koordinasi dengan daerah pemasok di antara Jawa Timur, Jawa Tengah, kampung bahkan, seperti itu," tutur Suharini.

"Yang ditemukan biasanya adalah penyakit sakit mata kelelahan dan itu langsung diobati oleh petugas kita di lapangan," tandasnya.