Dubes Djauhari Umumkan Dibukanya Perbatasan Indonesia di Forum China dan Globalisasi
Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun (tengah). (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Bagikan:

JAKARTA - Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun menyampaikan dibukanya kembali wilayah perbatasan Indonesia untuk menerima kunjungan wisatawan dari berbagai negara dalam Forum China dan Globalisasi.

"Upaya yang dilakukan secara global dan kolektif dalam mengatasi COVID-19 memungkinkan bagi Indonesia untuk membuka kembali perbatasannya bagi pengunjung dari negara sahabat," katanya di Beijing, dilansir ANTARA, Sabtu, 25 Juni.

Dalam forum yang digelar oleh Center for China & Globalization (CCG) di Beijing itu Dubes juga berbicara mengenai keketuaan Indonesia dalam Kelompok 20 Negara (G20) yang konferensi tingkat tingginya digelar di Bali pada tahun ini.

"Ada tiga hal pokok yang ditugaskan kepada Indonesia sebagai Ketua G20, yakni arsitektur kesehatan global, tranformasi ekonomi digital, dan transisi energi," ujar Dubes.

Beberapa perwakilan pemerintahan asing lainnya juga berbicara dalam forum yang bertemakan "Pemulihan Global Pasca-Pandemi: Tren, Tantangan, dan Tanggapan" itu.

CCG merupakan lembaga non-pemerintah terkemuka yang berbasis di Beijing yang telah mendapatkan status "official special consultative" dari Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (Ecosoc).

Para pembicara sepakat akan terus terjadi peningkatan interaksi antar-individu seiring dengan menurunnya jumlah kematian akibat COVID-19.

Dalam jangka panjang, perkembangan tersebut akan membuka lebih banyak peluang bagi pertumbuhan perekonomian global dan perukaran antarmasyarakaat di dunia.

"Hubungan bilateral Indonesia-China juga terus akan menguat seiring dengan makin pentingnya Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-China," kata Djauhari.