أنشرها:

JAKARTA - Belum lama ini, marketplace foto berbasis kecerdasan buatan (AI), FotoYu, menjadi perbincangan masyarakat di media sosial karena platform tersebut berisikan foto dan menjualnya tanpa izin dari orang yang bersangkutan.

Marketplace ini mulai terkenal karena banyak street fotografer yang mulai mengabadikan momen-momen pelari di even-even lari besar maupun kecil, dan menjualnya di FotoYu.

Beberapa warganet menilai aktivitas jual beli foto di marketplace ini melanggar privasi seseorang karena tidak ada izin dari orang bersangkutan. Namun, beberapa orang tidak masalah dengan hal tersebut.

Melihat tren ini, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi, Alexander Sabar, menegaskan kegiatan pengambilan gambar atau aktivitas fotografi yang dilakukan di ruang publik wajib mematuhi ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

"Foto seseorang, terutama yang menampilkan wajah atau ciri khas individu, termasuk kategori data pribadi karena dapat digunakan untuk mengidentifikasi seseorang secara spesifik," kata Alex dalam pernyataan resminya pada Rabu, 29 Oktober.

Alex juga menegaskan bahwa foto yang menampilkan wajah seseorang termasuk data pribadi dan tidak boleh disebarkan tanpa izin. Untuk itu, Alex mengingatkan fotografer, untuk menghormati hak cipta dan hak atas citra diri.

Alex juga menyebutkan, masyarakat memiliki hak untuk menggugat pihak yang melanggar atau menyalahgunakan data pribadi sebagaimana diatur dalam UU PDP dan UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ke depan, Komdigi akan mengundang perwakilan fotografer dan asosiasi profesi seperti Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) serta Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) terkait untuk memperkuat pemahaman tentang kewajiban hukum dan etika fotografi di ruang digital.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)